You are currently browsing the category archive for the ‘Unek unek’ category.

Terus terang belakangan ini saya benci melihat tayangan televisi, biasanya sepulang kerja saya meluangkan waktu sedikit melihat perkembangan berita nasional. Kenapa ?, entah cuma saya taukah ada yang merasakan seperti saya, sepertinya semua berita dijejali ruwet dan bertele-telenye eksekusi terhadap 3 terpidana mati.

Dibawah sadar saya, semua ini membangkitkan luka lama yang seharusnya sudah pulih. Peritiwa Bom Bali I yang meluluhlantakkan Sari Club dan Paddy’s Cafe ini begitu membekas di hati saya, ada kengerian di hati saya melihat kebiadaban manusia terhadap sesamanya kala itu, terlebih setelah melihat denga kepala sendiri di TKP. Belakangan ini kengerian itu seolah timbul dari balik perasaan saya setelah melihat media dengan begitu intensnya mengupas dari A samapi Z, dari 1 sampai 10, dari hal hal yang tidak perlu di kupas untuk sebuah rencana eksekusi mati. Kelebatan gambar gambar penuh darah, ancaman, debat kusir untuk sesuatu yang tiada yang memahaminya dengan pasti di perbincangkan dan uraian omong kosong meliputi semua media.
Read the rest of this entry »

Nusa Dua Fiesta adalah sebuah event pariwisata unggulan di Bali, dimaksudkan untuk menggairahkan kunjungan wisata ke Bali, event ini di buat untuk meramaikan atraksi dan daya tarik berkunjung ke Bali. Memang berbagai festival sangat berpengaruh dalam kepariwisataan, terutama efek exposure di media. Contohlah Thailand yang begitu kaya akan festival pariwisata, hampir setiap bulan selalu saja ada festival pariwisata meramaikan dunia pariwisata Thailand yang bisa di bilang sudah jauh di atas Indonesia, dan tentunya juga sangat informatif dan dikelola dengan sangat baik. Thailand, Malaysia dan Singapura, begitu rapih penataan sektor kepariwisataan mereka, kalau istilah di Indonesia, dari sektor hulu sampai kehilirnya saling menunjang dan mendukung karena memang mereka membentuk suatu keterkaitan demi suksesnya sektor pariwisata.


klik untuk memperbesar

Balik lagi ke Nusa Dua Fiesta (dulu disebut Festival Nusa Dua), sebuah event pariwisata 5 hari yang berisikan atraksi budaya, olahraga, musik, culinary, kegiatan sosial dan berbagai jenis eksibisi dan sudah menjadi kalender tetap setiap tahun. Namun apalah artinya sebuah festival yang meriah dengan ketiadaan informasi yang memadai tentang acara dimaksud. Dalam hal ini adalah informasi yang ditujukan bagi calon pengunjung Nusa Dua Fiesta (baik wisatawan asing maupun domestik).

Berikut adalah ketiadaan informasi yang saya maksud :
Read the rest of this entry »

Busyet deh, sepak bola ada menang TKO segala. Ya, itu mungkin cuma ada di Indonesia saja. Kurang pasti apakah karena karena kurang kerjaan ataukah memang tradisi sepak bola Indonesia, katanya Indonesia menang setelah Libya mengundurkan diri karena pelatih Libya dipukul. Edan, dan saya melongo menonton berita itu di televisi.

Setelah sebelumnya ketinggalan 0 – 1, ada aksi pemukulan wasit, Tim Libya ogah main lagi alias WO, akhirnya menang . Hip hip hurray………. gelar di Piala Kemerdekaan untuk pertama kalinya bagi Tim Indonesia , menang TKO.

Turnamen bertaraf Internasional seperti ini diwarnai insiden yang di arena sepak bola antar kampungpun jarang ditemui, yaitu pemukulan pelatih tim lawan.

Sebaiknya kalau nanti ada turnamen serupa, Indonesia jadi penonton saja deh, malu, benar benar memalukan.

Masih ingat tiga suku kata tersebut ? ‘ Bali Love Peace’, ada orang bilang, itu adalah mempunyai makna bahwa Bali,Cinta dan Perdamaian adalah suatu kombinasi yang sangat manis, disisi lain menyiratkan bahwa Bali itu sendiri cinta damai.

Berawal dari peristiwa 12 Oktober 2002, Bali menyadari bahwa kedamaian adalah suatu hal yang penuh ancaman, tidak semua orang cinta damai karena damai di persepsi setiap orang bisa jauh berbeda dengan yang lain.

Di filsafat Hindu kita mengenal ‘Tat Twam Asi’, yang bermakna, ‘itu adalah kamu, dia adalah aku, aku adalah kamu …..’, sebuah filsafat yang bersifat paradoks yang memaknai bahwa setiap manusia adalah saling bersaudara, adalah teman, adalah satu asal, insan ciptaan-Nya. Ada Tri Hita Karana yang menyiratkan keseimbangan hubungan yang harmonis dengan Nya, dengan sesama serta dengan lingkungan adalah dasar untuk mencapai kedamaian dan keharmonisan. Sebuah filsafat yang yang kalo diterapkan semua orang akan menjadi landasan kuat membangun perdamaian di muka bumi ini.

Namun apa daya, gaung ‘Bali Love Peace’ seolah tertelan gaung demokrasi yang menggelora, demokratisasi yang terkontaminasi oleh berbagai hal dalam dilema kepentingan politik dan kekuasaan.

‘BALI LOVE PEACE’ …..

Siapa sangka si bahan makanan yang identik dengan rakyat kecil (meski dunia mengakui tingginya kandungan protein didalamnya) tersebut bisa menggebrak di awal tahun 2008 ini menyaingi kritisnya si The Smiling General. Mantan presiden RI yang kedua tersebut kritis, harga kedelai juga ikut kritis alias melonjak naik. Akibatnya, tahu dan tempe jarang di pasaran, kalaupun  ada harganya sudah tidak normal serta ukurannya sudah mengecil, sebagai usaha pengusaha untuk memangkas kerugian.

Harga kedelai yang sudah pernah naik turun sejak awal 2007 (alias “ancog-ancog”) ini, sejak akhir tahun 2007 hingga sekang ini dikhabarkan sudah melewati batas kewajaran. Sehingga tak salah para pengusaha tahu/tempe yang sebagaian besar adalah usaha kecil menengah kebawah akhirnya melabrak ke istana negar meminta intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga kedelai.

Yang saya heran khan, koq di negeri ini rakyat yang sudah miskin semakin di miskinkan lagi oleh mekanisme pengelolaan dan pengendalian kebutuhan pokok oleh pemerintah yang tidak saya mengerti bagaimana bisa sampai terjadi seperti ini. Apakah ini karena sektor pertanian cuma di “towel-towel” saja oleh pemerintah ?, sistem distribusi yang dikuasai para kartel ?  hmm apa sih yang serius  ditangani di negara ini ?  korupsi ?? …

Sekarang di kantin juga sudah jarang ada tempe, tahu sih ada, cuma sekarang jadi mikir,jangan jangan tahunya diformalin, makanya saya menghindari tahu. Lagian tahu itu enaknya cuma kalau baru habis digoreng/dimasak, panas panas, kalo tempe kapanpun tetap enak ( asal masaknya yang benar ), juga banyak variasi olahannya yang bisa dibuat dari tempe. Tempe ku malang, semakin jauh saja dikau ..

Oh ya yang jelas, negeri ini terlalu sibuk ngurusin demokrasi, kalau pilkada, baku hantam pun dilakoni .. kekeke

(Gambar diambil dari daunpisang.blogsome.com )

Hujan sudah mulai membasahi bumi setelah sekian lama rasanya terpanggang oleh panasnya terik matahari.Didaerah saya, daerah Kuta selatan, mulai kemarin hujan sudah mulai menunjukkan intensitas yang lebih tinggi dari biasanya. Dari malam kemarin sampai tulisan ini di upload, hujan masih terus mengguyur.

Beberapa hal selalu mewarnai ketika musim hujan telah tiba, jalanan  banjir, motor-motor yang macet karena nekat menerobos banjir, dan proyek-proyek pemerintah yang katanya ‘untuk mengantisipasi musim hujan’ . Sudah menjadi rutinitas atau kebiasaan pemerintah kita (baik desa, kota , atau yang lebih tinggi lagi), melakukan perbaikan ketika hari ‘H’ telah tiba. Contoh perbaikan gorong-gorong atau got di pinggir jalan , perbaikan jalan yang rusak, dan lain lain. Didaerah saya, saat ini sedang berlangsung perbaikan badan jalan sekitar 400 meter. Perbaikannya meliputi perbaikan gorong-gorong atau got dan pengaspalan kembali badan jalan yang rusak parah. Sebetulnya jalan yang diperbaiki ini sudah bukan barang baru, hampir satu tahun jalan tersebut rusak parah, bahkan sempat dimuat dikoran, dan sempat menjadi polemik di masyarakat bagaimana lambannya pihak yang berwenang bertindak. Dulu pernah beberapa kali spanduk bernada protes dan kritik terhadap pihak berwenang menghiasi wilayah sepanjang 400 meter tersebut. Spanduk spanduk kreatif tersebut, menyuarakan keprihatinan mereka terhadap debu sebagai hasil sampingan batu limestone yang dipakai menimbun badan jalan yang rusak tersebut, diantarannya berbunyi “Selamat Hari Raya Nyepi, Suci dalam Debu “, “Debu 3X, Mau?”, dan lain lain. Namun dalam catatan saya, spanduk spanduk tersebut tidak bertahan lebih dari 2 hari, karena ada pihak pihak yang merasa risih dan menurunkan spanduk spanduk tersebut.

Kini, proyek pengerjaan perbaikan badan jalan tersebut sedang berlangsung, hal yang dinanti nantikan oleh masyarakat sejak dulu. Tapi pertanyaan saya kenapa mesti baru sekarang ?, kenapa setelah jalan yang rusak itu menelan beberapa korban lakalantas?, entah berapa orang sudah menjadi korban cidera karena melewati jalan rusak tersebut. Kenapa baru sekarang saat ketika musim hujan telah tiba ?. Kalau semestinya proyek tersebut sudah dikerjakan minimal 2 bulan yang lalu, seharusnya saat ini saya sudah bisa menggunakan jalan tersebut dengan nyaman, tanpa diganggu oleh mesin mesin berat dan kondisi jalan yang masih belum sempurna, terlebih lebih disaat musim hujan, dimana kemampuan pandangan para pengendara sedikit berkurang.

‘Ini mending Yan, dari pada tidak diperbaiki sama sekali’, kata rekan saya. Ada benarnya cuma kalo jalan itu diperbaiki sejak pertama kali dulu kerusakan pertama terjadi, dimana cuma ambrol sebagian sepanjang kira kira 20 meter akibat dilalui truk pengangkut limestone yang overload, mungkin biaya yang perlu dikeluarkan untuk perbaikan tidak semahal sekarang. Tanya kenapa ??

Melengkapi unek unek saya kemarin perihal BBM dan Minyak Goreng, saya posting sedikit perihal hal penting lainnya yaitu listrik. Kemarin pagi sekitar jam 11 pagi, listrik mati dan dengan segera di catu oleh generator, selang 1 menit mati lagi ( ketika generator mati dan di gantikan lagi oleh PLN ). Ternyata tidak lebih dari 2 menit listrik mati lagi dan otomatis pula di catu oleh generator untuk menggantikan. Hal yang sama kembali terjadi sekali lagi sesudahnya. Bah kuping ini penat karena alarm UPS saling bersahutan.

Setelah byar pet 3 kali diatas itu, departemen ‘Engineering’ memastikan PLN sudah pulih, namun kenyataannya tegangan justru turun naik, suasana kantor menjadi seperti adegan film film horor. Cahaya lampu TL turun. Saya mencoba konfirmsai ke Engineering dimana masalahnya, yang dijawab oleh pihak engineering bahwa mereka belum mendapat kepastian dari PLN ( PLN tidak bisa dihubungi hihi ) . Namun beberapa rekan di perusahaan lain juga mengeluhkan kejadian yang sama dan mengeluhkan ketidak-pastian dari PLN perihal status nya. ENgineering juga tidak serta mengambil keputusan untuk segera mencatu memakai generator mengingat biaya operasional generator cukup tinggi dan mengingat BBM langka ( duh .). Sore hari dapat khabar bahwa byar pet terjadi di berbagai area di Nusa Dua, Kuta, Seminyak, Denpasar, Sanur dll. Akibat kejadian ini, baru pertama kali log UPS saya melaporkan pengaktifan AVR Booster sampai 3 kali berturut turut akibat catu daya di bawah ambang normal.

Pagi ini dapat khabar lagi dari Kepala Departemen Engineering, bahwa listrik hidup mati kemarin terjadi hampir disemua wilayah Bali, kecuali daerah Bali Barat, meski info jelas belum benar benar didapat. Hampi semua Kepala Engineering berbagai perusahaan di Bali, telah melayangkan protes perihal byar pet kemarin melalui email maupun media lainnya. Dan ada rumor beredar yang mengatakan bahwa layanan telepon di PLN tidak berfungsi baik ketika kejadian adalah karena perangkat PABX yang tidak ada catu daya ketika listrik mati, ya ampunnn, PLN tidak punya catu daya ?. Mungkin benar PLN adalah bagian dari BUMN negeri palsu yang hanya mengumbar janji janji palsu. Sering terjadi setiap jadwal pemadaman yang sudah di fax yang mencantumkan jam pasti akan di lakukan pemadaman, pada prakteknya sering maju beberapa jam atau bahkan ada yang batal. Disisi saya ini jelas sangat merugikan, karena beberapa perangkat akan saya matikan ketika proses pemadaman untuk menghindari berbagai hal buruk akibat pencatuan oleh perangkat generator maupun pada saat PLN mencatu kembali.

NB :
Pagi ini saya batal (lagi) bayar listrik karena fasilitas komputersisi BaLon PLN di kantor kepala desa saya katanya error sudah beberapa hari.

Entah karena apa belakangan minyak goreng harganya selangit bahkan sampai kisaran 9000 rupiah per liter, istri saya belakangan ini bingung karena masalah ini, baiknya mesti pulang kampung mencari minyak goreng klentik buatan ibu saya. Bahkan keinginan menggantikan minyak goreng dengan bensin mesti diurungkan ( saking kesalnya !! ), karena sejak seminggu ini, BBM di Denpasar mendadak seret sulit didapat.

Entah jalur distribusi, kerusakan peralatan atau yang lainnya yang menjadi penyebabnya, rakyat hanya mau tahu bahwa kebutuhan bahan bakar adalah sangat penting, dan untuk hal yang sangat penting, pengelolaannya mesti penting pula alias profesional. Jalur distribusi sering bermasalah, adakah preventif dan backup actionnya ?. Entah apa usaha yang telah dilakukan untuk mencegah pengulangan sejenis kembali . Benar memang kita hanya bisa bermimpi, palsu dan bermimpi.

Maafkan saya, hanya rakyat palsu yang lama hiatus dari blog dan kesal.

Sajak Palsu

Agus R Sarjono

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.

1998

Para wakil rakyat di DPR-RI  khabarnya masing masing dapat jatah laptop satu satu, tak tanggung tangung, 21 jeti jek. Glek, keren deh, merk apaan tuh ya ?, apa yang dibawah 10 jutaan tidak cukup ?. Rakyat kebanjiran, beras mahal, petani gerah karena gabah harganya murah, Sidoarjo ditelan banjir, wakil rakyat malah bagi bagi jatah. Kalo bukan rapelan yang akhirnya banyak dikembalikan secara kredit, sekarang laptop 21 jutaan. Bener seperti komentar dari pemirsa televisi yang saya lihat, wakil rakyat ibaratnta dagelan. Apa yang dibagi itu sudah termasuk sistem operasi sama aplikasi nya tidak ya ?. Ya syukur kalo pakenya yang ndak mesti beli seperti Linux + Openoffice, kalo makenya Ms Windows + Ms Office ? Hitung deh pendapatan Microsoft.

Khan trend nya, nantinya muncul biaya lain lain, hehehe. Perawatan lah, pengadaan perangkat lunak, dll. Oh iya saya jadi penasaran, apa semua anggota DPR-RI bisa megoperasikan komputer ?. Meskipun nantinya laptop yang dibagikan itu adalah bukan untuk anggota DPR itu sendiri, namun untuk staf ahli nya masing masing. Tanpa hendak berburuk sangka, coba deh kita nantikan kinerja para wakil rakyat ini, berapa persen kah efektifitas kinerja mereka akan meningkat , berapa banyak permasalahan rakyat yang terselesaikan  ?, atau kita nantikan berapa banyak wakil rakyat yang nantinya ngeblog  ?? .. hehehe.

Oh ya jangan lupa, sudah menjadi tren juga, biasanya daerah akan melakukan hal hal yang sama alias ikut ikutan.
Okeh segitu dulu, tentang Laptop DPR,  “Kembali ke Laptop !” …….

UPDATE: 27/03/2007, Menurut Ketua DPR, pengadaan laptop DPR batal .. horeeee !!!.

Perbedaan kadang membuat kita melupakan arti manusia sebagai mahluk sosial, bahkan sering mengenyampingkan hati-nurani. Kadang saya berpikir, seandainya Tuhan tidak memberi manusia akal-budi. Akal-budi dan kemampuan manusia untuk berpikir telah membuat manusia menjadi penghancur, penghancur dirinya sendiri. Ditengah kehidupan yang heterogen seperti sekarang ini, perbedaan semakin di perdebatkan, saya putih, kamu hitam, saya benar kamu salah.

Keyakinan adalah hal yang paling sering menjadi gejolak, Indonesia yang heterogen sangat rentan dengan gejolak, hal kecil di perdebatkan, hal besar di bakar bakar. Saya pernah di ajak berdebat masalah keyakinan oleh tuan pemilik bangunan tempat saya bekerja 10 tahun lalu.
Jawab saya waktu , “Pak, sampai sekarang saja saya belum tuntas untuk mengerti dan menjalankan amanat agama saya, saya tidak bisa berdebat masalah keyakinan, dengan bapak”. Saya pikir waktu itu, betapa bodohnya saya berdebat tentang hal yang saya sendiri belum mengerti betul , dan saya yakin Bapak itu juga belum tentu mengerti dan menjalankan dengan betul keyakinannya sendiri. Kita sering belum paham dan mengerti akan sesuatu, namun sudah mendebatkannya, bahkan cendrung mengkultuskannya secara buta.

Dengan alasan menjunjung moral namun justru mengabaikan hak asasi, cenderung berpikir ala susah lihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah, penyebabnya cuma satu yaitu perbedaan. Bukankah bangsa ini katanya bangsa toleran, kenapa risih dan terganggu melihat orang lain beda ?, suka bergotong-royong, berketuhanan dsb ?. Kemana pelajaran yang saya peroleh sejak kecil itu ?.

Bukankah berbeda itu indah, oh iya, betul , misal ( pelangi, bayangin kalo pelangi satu warna, emang kalo satu warna masih disebut pelangi kah ? ). Justru karena perbedaan itu kita ada, ada laki ada perempuan, akhirnya ada kita, hasil reproduksi ( hasil perbedaan, bukan ? ). Menurut saya , perbedaan adalah awal dari segalanya, kalau tidak berarti semuanya hanya satu, satu titik, gitu aja. Setelah ada titik-titik lain yang berbeda tempatnya, jadilah garis, terus akhirnya jadilah bentuk, dst dst. Jadi sebenarnya perbedaan itu adalah produk Tuhan yang membentuk segala sesuatu didunia ini, ketika perbedaan semakin kompleks, kenapa kita justru memperdebatknnya, bahkan saling bunuh demi perbedaan itu ?. Sejarah dunia mencatat, pengingkaran terhadap “perbedaan” hanya membuahkan kesengsaraan, hanya berupa sebuah hegemoni komunal sesaat.

Bukankah perbedaan menimbulkan friksi, ya iyalahhh, kembali lagi, coba saja berpikir ” senang lihat orang lain senang, susah lihat orang susah ” , pasti friksi bisa di kurangi, atau mungkin bahkan bisa dihilangkan. Friksi justru mengasyikan loh , lha iya friksi yang itu ( halahh , saruuu )*, friksi yang itu juga timbul karena perbedaan khan ?. Warna juga sering friksi, namun justru gradasi warna ( friksi antar warna yang tertata ) menjadi trend web 2.0, perbedaan yang indah khan ?.

Blog ini pun disusun oleh perbedaan, 0 dan 1.
Bukankah perbedaan itu adalah warna kehidupan, kenapa musti dihapuskan ?.

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh” ?, kalau di analisa, apa sama artinya dengan “Menjadi Satu Kita Teguh ….” ?

Indonesia …. a Colourful Asia …. ( ngikutin slogannya Malaysia Truly Asia )

Gambar tanpa ijin diambil dari Ubuntu Linux