You are currently browsing the category archive for the ‘Komputer & Internet’ category.

Sekaratnya Internet baru baru ini akibat Gempa Taiwan membuat berkah sementara buat saya. Kenapa berkah sementara ?, ya karena tidak selamanya, eh memangnya ada yang selamanya a.k.a kekal didunia ini ?. Berkah sementara yang saya maksud itu adalah, koneksi internet kami yang lebar pitanya menjadi berlipat-lipat. Entah disengaja atau tidak, semenjak internet se-Indonesia di terjang masalah kabel bawah laut yang di timpa gempa, lebar pita koneksi kami menjadi besar, tertinggi yang saya cek sempat mencapai 400-an kbps. Untuk ukuran saya yang sehari hari bejuang dengan angka 64 , kecepatan sekian itu sangat cepat menurut saya.

Namun, sayang berhubung Internet lagi sekarat, lebar-pita yang sekian kali lipat tersebut menjadi tidak berarti karena untuk mengakses situs situs luar Indonesia, tetap saja super lambat. Untuk situs situs Indonesia pastinya aksesnya cepat. Saat itu saya tidak mempertanyakan kenapa kenaikan yang tiba tiba itu ke ISP kami, pihak ISP pun tidak ada konfirmasi resmi kenapa mereka menaikkan lebar-pita kami.Waktu itu pikir saya, mungkin ini bentuk kepedulian ISP ketika koneksi ke situs situs luar empot-empotan, lebar pita diperlebar untuk memuaskan pelanggan , he he, cuman pikiran saya saja.

Entahlah, apakah hal ini disengaja atau tidak oleh ISP kami, saya kurang tahu. Berkahnya, paling tidak saya sempat merasakan kecepatan lumayan tinggi. Ya semoga dihari mendatang lebar pita koneksi kami bisa ditingkatkan minimal 2 kali lipat kecepatan sekarang. Saya malah sempat diledek teman sejawat sebelah, “Hare gene masih 64 ?”, katanya.

Ya, tak apa lah, “alon alon asal kelakon”. Hari ini saya cek lebar-pita kami sudah kembali normal seperti sediakala, ke angka keramat 64.

Ya, sekarat mungkin tepat buat menggambarkannya. User pada teriak gak bisa kirim terima email, maklum, beberapa kolega kebanyakan dari luar Indonesia. Jam sembilanan masih sempat bisa akses ke situs luar, tapi mulai jam sepuluhan, terasa berat sekali, nyambung-enggak-yambung-enggak. Sebelum telpon CS nya Indosat , sempat cek beberapa rekan lain yang juga pake Indosat, ternyata sama. Akhirnya setelah dapat email pemberitahuan dari Indosat, katanya FO di Taiwan kena Gempa, akses Internet terganggu, termasuk semua ISP di Indonesia, bahkan sebagian besar Asia katanya, ….Selamat … !!!. Bung Enda, mengkonfirmasi, di Thailand juga byar-pet.

Jam 18.30 akses agak sedikit membaik, sekalian posting ini. Iseng, mudah mudahan besok membaik. Ber-doa saja.

Sekali lagi budaya asal kutip, asal comot, asal copy paste saya lihat. Selasa lalu ketika istirahat makan siang di perpustakan kantor, mata saya terusik oleh sebuah judul di rubrik IPTEK di koran Balipost. Judulnya “Apa itu blog“. Yang membuat saya semakin penasaran kala itu adalah, kenapa saya merasa saya pernah membaca artikel tersebut, waktu itu saya berpikir apakah mungkin saya dejavu ?. Namun akhirnya saya teringat bahwa saya pernah membaca artikel tersebut disebuah blog, bukan di koran.

Copy Paste ™

Pagi ini saya iseng cek situs Balipost dan coba membandingkan dengan situs yang pernah dikenal sebagai Bapak Blog Indonesia, Bung Enda Nasution. Ternyata artikel di Balipost itu adalah kutipan dari blog Enda dengan judul yang sama.Dimana yang diambil adalah dari paragraph ke 2 sampai ke 10, dan sedihnya saya tidak melihat sumber tulisan tersebut yang di cantumkan, cuman (iah/net) saja. Tidak ada lainnya. Sepertinya Balipost mengulangi kesalahan yang dilakukan Majalah Chic. Dan sepertinya balipost tidak belajar dari kesalahan lampau tentang masalah asal kutip.

Apa itu blog- Balipost

Saya cuma ingin tersenyum, si penulis Balipost ini seperti menulis sesuatu yang tidak dia ketahui dengan baik. Seandainya dia mengerti dunia blog, setidaknya dia tahu bahwa ini tulisan orang lain, dan kalau ia mengikuti dunia blog , setidaknya dia tahu bahwa asal copy paste pernah menjadi topik hangat tahun lalu di dunia blog indonesia.

Penulis juga manusia …., penulis blog juga khan ??

Peranan komentar ( bukan komentar spam ) harus diakui selama ini dianggap sebagai ukuran bagaimana sebuah blog itu telah menarik pegunjung. Blogger baru yang mendapati blognya tidak dapat komentar, barangkali kecewa. Itu karena motivasi mereka untuk dikenal di dunia blog. Kalau dianalogikan seperti anak sekolahan disekolah baru yang mencoba bersosialisasi namun mendapat tanggapan dingin. Dia kecewa karena motivasinya kesana mungkin untuk mencari teman belaka, bukan untuk sekolah. Namun bagaimanapun juga komentar tetap bak suplemen yang membuat para blogger baru untuk lebih banyak menulis di blog. Terlepas dari apa yang memotivasi mereka menulis blog, komentar menjadi hal yang memotivasi untuk lebih banyak menulis. Bagaimana bisa belajar kalau suasana lingkungan belajar tidak kondusif.

Budaya silahturahmi agaknya memang solusi bagus untuk menghormati tulisan seseorang. Tentu saja jangan memaksa berkomentar kalau memang tidak ingin dan tidak ada yang perlu dikomentari, dan jangan mengharap untuk dikomentari, para seleb blog juga manusia. Tetaplah menulis, itu yang pasti. Seperti mendaki gunung, terus mendaki, melangkah terus meski sedikit, karena begitu anda berhenti itu bisa membuat sugesti untuk kelelahan, capek dan akhirnya berhenti total.

Jangan hiraukan pengkotak-kotakan, apakah termasuk blog jablai™ ( gratisan, sepi komentar, norak ), ataukah blog seleb ( domain sendiri, banyak komentar, css dan xhtml yang apik ), sah sah saja mengidolakan seorang atau lebih para seleb blog. Semua terserah anda. Yang jelas, kalau ingin dapat traffic bagus, Write stuff that people want to read and share !!. Semua usaha perlu pengorbanan, itu saja yang perlu diingat. Blogwalking perlu waktu, menulis perlu tenaga. Tidak usah minder karena memakai gratisan, banyak blog gratisan yang bermutu. Kalau anda belum bisa memanage sebuah domain kenapa repot-repot, nanti malah repot sendiri. Kasihan, capek capek keluar duit sudah register domain dan sewa hosting malah mandeg.

Saya sendiri bukan orang baru dalam hal blog, sejak lima tahun lalu saya membuka halaman di blogger.com, motivasi saya waktu itu adalah sekedar menuliskan kegiatan saya sehari hari, sambil belajar pula. Sekian lama mengenal blog, tetap saja saya bukan blogger yang baik, saya tidak bisa menulis yang membuat orang tertarik untuk membacanya, saya belum belajar apa itu piramida terbalik dan sejenisnya, yang penting saya menulis. Makanya tulisan saya kebanyakan menceritakan kegiatan kegiatan dan lingkungan sekitar saya yang cenderung narsis, sangat jarang saya bisa untuk menulis mengenai persoalan persoalan sosial yang perlu dicermati dan dikritisi. Itu perlu waktu dan tenaga. Sebelumnya saya tidak mengharpakan akan ada yang berkomentar, entah dikunjungi atau tidak. Dulu waktu jamannya free2surf.com, pernah juga membuat blog disana, namun free2surf.com tidak berumur panjang. Blog pun membuat saya tertarik untuk menggunakannya untuk semacam log-book di kantor, akhirnya saya buat work-log dengan basis Greymatter di webserver intranet kantor. Blog bisa membuat saya tersenyum-senyum ketika saya mencoba membacanya di kemudian hari, misal 3 atau 5 tahun lagi. Jadi menulislah untuk diri anda sendiri, seandainyapun tulisan anda nantinya menarik banyak orang, bersyukurlah.

Jadi tetaplah menulis, tetaplah berkomentar , maju terus .. Biar Jablai, tetap saja dibelai-belai … selamat Hari Ibu , nggak nyambung ya 🙂

Komentar ngak komentar, tetap ngeblog

Setelah sekian lama saya bekerja dengan komputer pas-pasan, akhirnya saya dapat komputer baru yang lumayan. Sebuah Pentium IV 3.0 MhzGhz, RAM 512 MB dengan Harddisk 40 GB. System Operasi nya Windows XP, yang original tentunya.

Berhubung system kami sekarang berjalan di platform windows, semua station akhirnya di upgrade. Kalau dipikir pikir, selalu saja kami disini telat dalam mengadopsi teknologi. Sekarang dimana Windows Vista sudah muncul, kami baru secara keseluruhan menggunakan Windows XP. Ya, daripada stagnan sama sekali.

Dengan komputer baru, mudah mudahan efektifitas dan produktifitas kerja saya meningkat pesat, mudah mudahan segala obsesi yang terpendam dulu bisa diwujudkan. Oh iya si Thinkpad 570 , akhirnya meninggal dunia. Saya belum sempat ngoprek dengan detil. Sepertinya karena baterenya matot, bener bener matot, di hidupkan saja tidak bisa, meskipun sudah di by-pass. Sepertinya dia ngambek, karena ada si komputer baru ini.

Sekarang tinggal obsesi untuk punya komputer di rumah saja belum kesampaian. Medio 97-2000 saya punya komputer Pentium 233 MMX dirumah, semenjak itu pensiun, tidak pernah punya komputer lagi. Mudah mudahan ada rejeki supaya bisa punya komputer lagi.

Akhirnya bisa ngeblog lagi. Setelah bulan september dipenuhi dengan segala persiapan migrasi system, dari mulai persiapan infrastruktur jaringan, training, sampai dengan persiapan prosedur migrasi, akhirnya bisa liat liat blog lagi.

Kerja rodi baru saja berlalu dimana migrasi dilakukan kemarin malam agar hari ini sudah beroperasi pada lingkungan kerja system yang baru. Saya hitung hitung uptime saya sejak bangun pagi pada pukul 6 pagi tanggal 30 September kemarin sampai saat blog ini ditulis, saya hanya sempat tidur 3,5 jam saja. Tadi pagi tidur sekitar 1 jam sembari menunggu anak-anak memverifikasi semua hard copy dokumen pendukung, dan tadi siang sempat tidur siang sekitar 2 jam.

Semoga nanti masih bisa nulis banyak lagi, sekarang tinggal memastikan proses migrasi berjalan sesuai harapan dan berbagai pekerjaan lainnya.

Wess.. kelar deh. Mail server up and running lagi, setelah koit sekitar 3 jam. Hari ini sebenarnya saya off karena ada upacara buat anak sulung saya, tadi pagi pas ketika mau memandikan si bungsu, user dari kantor telepon. Katanya semua user gak bisa kirim dan terima email. Sebelumnya ada mati listrik. Walah pasti deh UPS nya ngambek lagi nih.

Sialnya motor masih dibawa istri ke pasar buat beli “woh woh-an”. Akhirnya mesti nunggu istri datang dari pasar. Tapi untunglah adik ipar saya datang, saya pinjam motor nya saja. Si bungsu dititip ke dia, untung udah bobo sehabis di mandikan.

Begitu masuk ruang server. Byurr…, ruangannya panas. Sial AC nya mati karena mati listrik tadi dan si petugas yang punya tugas memonitor AC ini udah lupa kali sama tugasnya dia. Mail server idup karena restart sendiri namun mentok karena gagal mount satu file system. Fsck-ing automatisnya gagal dan meminta manual run, makanya macet. Kemudian saya melakukan fsck dengan harapan tidak ada hal yang tidak beres. Maklum semua alat serba tua. Sukurlah, semuanya normal. Service service yang memang sengaja di set untuk di start manual segera di start. Sukses. Segera kirim email pemberitahuan ke semua user.

Koq ini server milih ngadat pas saya lagi off yah ?. Dan juga hostingan kantor milih migrasi servernya pas hari ini juga. Khawatirnya MX dan A record nya domain kantor tidak update dan sesuai, pengalaman buruk terdahulu soalnya. Mudah mudahan saja semua berjalan lancar.

Senin depan propose UPS baru. Sudah, saya mau pulang, ngasah “blakas” untuk “mebat” nanti sore.

Iseng ngubek ngubek isi hardisk, nemu artikel lama saya di direktory dokumentasi. Memang topiknya basbang, udah banyak yang nulis kali, cuman daripada kelupaan, saya upload kesini saja.

———— silahkan di simak

Mungkin sering kita melihat sebuah icon kecil di kiri address bar pada browser spt Mozilla atau firebird, demikian juga di MS IE, yang mana gunaya adalah sebagai icon di favouritenya. Icon tersebut biasa disebut debagai favourite icon dan biasanya disimpan dengan nama “faveicon.ico”.

File ico adalah sebuah file dengan ukuran 16×16 atau 31×32 pixel yang mengandung warna kurang dari 256 warna. Itu adalah ukuran yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai favicon.

Bagaimana membuat file icon tersebut ?. Ada beberapa cara , satu kita bisa gunakan sebuah icon editor , di platform windows pasti banyak ada yang shareware, freeware maupun yng komersial. Di GNU/Linux cobalah gunakan kiconeditor , bawaan KDE. Disini kita dituntut untuk menyusun warna pixel per pixel hingga akhirnya membentuk gambar atau image yang kita inginkan. Kalau anda tidak mau repot bisa lakukan cara berikut:

1. Pilih gambar yang ingin anda buat sebagai icon
2. Buka dengan Gimp atau Photoshop di Windows
3. Rubah ukuran gambar menjadi 16×16 ata 32×32 ( kelipatan 8 ), tentukan sesuaikan gambar agar proporsional pada ukuran kecil spt ini
4. Simpan gambar sebagai format .png ( tahu khan .png ? )
5. Sekarang convert gambar .png tadi ke .ico dengan program png2ico, misal : $png2ico favicon.ico wandira.png
6. Nah favicon.ico kita sudah jadi

Dimana program png2ico bisa didapat ? download di http://www.winterdrache.de/freeware/png2ico/ , ada yang for windows maupun yang for GNU/Linux. Keuntungan cara ini adalah kita tidak perlu repot menyusun pixel untul mebentuk gambar , karena gambar jadi di convert ke bentuk .ico

Sekarang bagaimana menaruhnya di web agar bisa tampil di browser dengan baik ?. Ada dua cara , pertama taruh saja favicon.ico di root direktory web page kita , kedua bisa dengan cara menambahkan kode HTML pada halaman web. Gunakan cara pertama saja dan jika menginginkan favicon yang berbeda setiap halaman web, gunakan cara kedua.

Selamat mencoba.

Desember 2003 – I Wayan Wandira

——–

Kalau yang tidak mau repot repot sekarang banyak Faveicon Generator di Internet, salah satunya di Dynamicdrive.

“Pak Wayan, tolong cepat datang ke kantor saya ya, komputer saya kow ngambek nih, saya tinggal morning briefing, balik balik layarnya sudah gelap gini dan ada pesan yang saya tidak mengerti nih “, begitu terdengar telepon dari atasan saya di lantai bawah.

Tanpa ba bi bu , saya langsung meluncur. “Kenapa sebenarnya Bu ?”, saya melihat di layar laptop berumur 1 tahun tersebut sebuah bar horisontal hitam putih khas MS Windows yang mandeg pada bar ke 3 dengan pesan yang menyatakan bahwa ada file system yang rusak dan perlu di jalankan “Repair Install” dari CD Install yang asli.

“Saya tidak tahu, tiba tiba saya lihat sudah saya begini, padahal tadi pagi sebelum berangkat briefing , saya sempat ngirim beberapa email”, jawab bos saya.

“Ibu masih menyimpan Recovery CD dan yang lainnya bu ?”, tanya saya.

“Wah CD yang itu yah ?, sudah hilang tuh Pak Wayan, yang ada cuma CD ini”, katanya sambil menyerahkan sebuah cd yang berjudul Acer Resource CD

“Yahh….”, saya pasrah.

Saya segera mengambil tool tool saya, pertama saya coba restart, namun kembali macet pada bar hitam putih ke tiga. Saya putuskan memakai System Recovery dari tool saya. Saya coba jalankan c:>bootcfg /scan, system memberi peringatan bahwa ada kerusakan pada harddisk yang harus diperbaiki sebelum menjalan proses command bootcfg.

Saya jalankan c:>chkdsk c: /R , setelah menunggu 30 menit, indikator menunjukkan proses mencapai 5 %, namun saya lihat indikator aktifitas harddisk tidak berkedip. Saya mencoba bersabar, saya tunggu 30 menit lagi. Indikator proses chkdsk masih di 5 % dan lampu indikator harddisk tetap tidak menyala. Walah ….

Saya putuskan coba boot memakai LiveCD Ubuntu, paling tidak saya perlu menyelamatkan data data boss dulu. Ubuntu boot dengan cepat dengan tampilan yang elegan di laptop tersebut. Saya coba mount hda1, bisa, syukur. Saya pilih browse folder, loh koq gak muncul muncul yah ? . Saya coba umount juga tidak bisa.

Saya coba ulangi lagi boot dari LiveCD Ubuntu, saya coba lagi, tidak bisa juga.

Kemudian saya pakai lagi System Recovery untuk mencoba chkdsk sekali lagi. Kali ini saya tinggal makan siang dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Dua jam kemudian saya periksa , chkdsk masih tetap macet di 5 % dan lampu indikator harddisk tidak menyala.

Note:
Setelah di cek, partisi tersebut ternyata rusak namun berhubung data data diperlukan, terpaksa dikirim ke pihak yang mempunyai tool lebih lengkap.

UPDATE ( 1/05/2006 )
Pihak yang lebih berkompeten dalam bidang hardisk rusak menyatakan bahwa head harddisknya tidak mau membaca dengan baik alias rusak hihihi. Kesimpulan harddisknya di ganti.

Keseharian suasana bekerja saya tak lepas dari komputer komputer tua. Ya betul, di ruang kerja saya ada dua buah komputer ( tepatnya 1 PC dan 1 Notebook). Kedua komputer inilah yang selalu menemani saya memecahkan segala masalah di kantor. PC saya adalah sebuah Pentium II dengan sistem operasi GNU/Linux Debian Woody, dan satu lagi IBM ThinkPad 570 dengan sistem operasi Microsoft Windows 98, asli bawaan dari sana-nya. Si PC saya gunakan sebagai workstation saya dan berguna sebagai multi fungsi, dari ngetik sampai system administration. Si PC sudah beberapa kali mengalami kerusakan hardisk, tepatnya ganti hardisk sekali dan kerusakan hardisk sehingga musti pindah partisi sudah dua kali. Sekitar setahun lalu dilengkapi CD-Writer dan sekitar 3 minggu lalu CD Drive aslinya mati dan perlu di ganti. Si PC sudah sejak 1 tahun lalu saya tambahkan Fan tambahan untuk menjaga temperatur yang disebabkan penambahan harddisk tambahan. Si ThinkPad adalah sebuah laptop lama ( kira kira kantor belinya tahun 1998, waktu itu belinya di Singapura, dan seingat saya harganya waktu itu setara dengan harga sebuah Suzuki Katana second-hand jaman itu ), tetapi masih lumayan kuat, dengan kapasitas hardisk 4 GB. Sekarang sudah tanpa CD-Drive lagi, karena rusak. Hardisk space tinggal 150 megaan, dan hanya dilengkapi tool tool diagnostic.

IBM TP 570

Kenapa komputer tua ?. Iya, kalau dilihat dari sejarahnya, komputer komputer itu adalah hasil oprekan saya terhadap komputer komputer lama dari departemen lain. Karena departemen itu sudah beli komputer baru dan saya alihkan untuk saya pakai bekerja. Misalnya si ThinkPad adalah hibah dari department lain yang karena si ThinkpAd sudah terlalu uzur dan katanya tidak stylish lagi (dan sudah rusak beberapa pirantinya ).

Kenapa saya tidak minta komputer baru ?. Karena saya mengutamakan kenyamanan user .. *Halahh*. Karena department saya adalah department bengkel komputer ..hihihi. Yah, sebenarnya sih kebutuhan saya masih terasa terpenuhi dengan komputer komputer lama ini. Saya percaya, meski komputer lama, kalau mendayagunakannya dengan baik, pasti tetap bisa berguna. Meski perlu saya akui, untuk pekerjaan yang gak bisa saya kerjakan di komuter komputer tua saya ini, saya nomad dari department satu ke department lainnya, berbekal previledge seorang admin .. hihihi.

Ada rencana beli komputer baru ?. Ada .. sebenarnya seharusnya terealisasi sekitar November 2005 lalu, namun karena tragedi bom Jimbaran, jadi tertunda. Iyah.. efek bom ternyata sebegitu parah bagi saya. Saya tidak tahu apakah ada departement lain yang mau hibah komputer lagi ? .. hehehehe, semoga saja ada .. minimal Pentium IV dengan RAM yang lumayan .. cukuplah.