You are currently browsing the category archive for the ‘Keluarga’ category.

Meski sekarang hari ibu, saya yakin Ibu saya dikampung sudah sejak pagi pagi sekali mempersiapkan dagangannya untuk dijajakan dipasar dipetakan 1×1 meter favoritnya, kesibukan yang beliau rasakan membuatnya bahagia untuk membesarkan anak anak dan membantu ekonomi keluarga.

Ibu aku tidak tahu bagaimana aku bisa membalas segala kasih sayang ibu selama ini … doa kami, anak anakmu selalu menyertaimu.

Teruntuk,

Ibu,Ibu Mertua dan istri tercinta,

Selamat Hari Ibu ….

Berurusana dengan barang palsu ? Kita semua pasti pernah. Barang palsu sendiri bukan masalah baru. Soal palsu memalsu , didunia ini sudah berlangsung sejak sekian lama, yang jelas mungkin se-umur dengan curi – mencuri.

Yang bikin resah sekarang adalah barang barang rumah tangga sehari hari banyak yang beredar yang palsu. Saya sendiri pernah dapat barang palsu dari shampoo, hand-body, sampai perawatan bayi. Kenapa tiba tiba saya ingin menulis tentang barang palsu ini di blog ? Karena, salah satu strategi saya mengatur cash-flow keuangan rumah tangga , terganggu oleh beredarnya barang palsu ini. Sebagai seorang kuli di perusahaan swasta dengan gaji pas-pasan, koperasi karyawan menjadi salah satu tempat handalan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan sistem potong gaji, cash-flow agak terbantu, meski sedikit, ya sekaligus menambah saldo SHU. Mengatur keuangan memang sulit.

Semenjak pernah dapet barang palsu dari koperasi karyawan, sekarang menjadi berpikir dua kali untuk berbelanja di koperasi karyawan, paling tidak untuk beberapa jenis barang, jangan jangan dapat barang palsu lagi.Belanja di warung kelontong deket rumah pun jadi khawatir. Mengingat barang barang palsu banyak dijajakan ke kelontong kelontong kecil oleh oknum oknum yang ditengarai memakai mobil kanvas box untuk menjajakan produk palsu mereka. Dengan mengurangi berbelanja di koperasi, berarti semakin banyak uang yang dibelanjakan di luar.

Ekonomi kaya gini ternyata efek dominonya kerasa banget. Apakah saya terlalu berlebihan.

Angga
Tepat hari ini tgl 11 Nopember 2006, anak saya sulung saya, Angga berumur 6 tahun.
Selamat Ulang Tahun , Putu ….

Bulan ini mungkin bulan terberat buat saya, dari sisi keuangan. Ditengah tengah semua harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat, penghasilan tetap jalan ditempat hihihi. Bulan ini menjadi bulan yang berat karena kebutuhan uang untuk upacara anak saya ( otonan ) yang juga berurutan dengan keponakan saya, terus adik sepupu saya yang menikah ( hence: dalam 2 minggu saya sudah telibat “mebat” sebanyak 3 kali ) dan kebutuhan untuk murid baru. Iya, anak sulung saya sekarang sudah kelas 1 SD, seperti yang kita tahu sendiri , biaya pendidikan di negeri ini tidak murah ( dari pada Diknas yang katanya mau bikin TV Edukasi, yang pasti proyek besar, kenapa dana itu tidak dipakai memperbaiki infratruktur pendidikan sih ?). Iya pos pengeluaran bulan ini banyak yang dari sisi non-bujeter alias pos pos variabel. Ya semoga bulan depan tidak ada pos pos variabel yang membengkak yang menghabiskan dana cadangan.

Bulan ini juga bulan berat buat bangsa tercinta ini, tak henti negeri ini dirundung bencana. Setelah Yogyakarta, sekarang Pengandaran. Ini adalah peringatan dari-Nya. Negeri ini sudah terlalu terpuruk.

Hari ini anak bungsu saya ber-ultah yang pertama. Sebuah perayaan ultah kecil pun saya buat untuk dia. Sebuah kue ulang tahun plus satu kue ultah sumbangan dari si bibi ditambah sirup lumayan cukup untuk memeriahkan suasana yang dihadiri oleh para ponakan dan anak anak kecil sekitar rumah.

Tiup lilin nya

SELAMAT ULANG TAHUN MADE ..