You are currently browsing the monthly archive for November 2008.

Terus terang belakangan ini saya benci melihat tayangan televisi, biasanya sepulang kerja saya meluangkan waktu sedikit melihat perkembangan berita nasional. Kenapa ?, entah cuma saya taukah ada yang merasakan seperti saya, sepertinya semua berita dijejali ruwet dan bertele-telenye eksekusi terhadap 3 terpidana mati.

Dibawah sadar saya, semua ini membangkitkan luka lama yang seharusnya sudah pulih. Peritiwa Bom Bali I yang meluluhlantakkan Sari Club dan Paddy’s Cafe ini begitu membekas di hati saya, ada kengerian di hati saya melihat kebiadaban manusia terhadap sesamanya kala itu, terlebih setelah melihat denga kepala sendiri di TKP. Belakangan ini kengerian itu seolah timbul dari balik perasaan saya setelah melihat media dengan begitu intensnya mengupas dari A samapi Z, dari 1 sampai 10, dari hal hal yang tidak perlu di kupas untuk sebuah rencana eksekusi mati. Kelebatan gambar gambar penuh darah, ancaman, debat kusir untuk sesuatu yang tiada yang memahaminya dengan pasti di perbincangkan dan uraian omong kosong meliputi semua media.
Read the rest of this entry »