Nusa Dua Fiesta adalah sebuah event pariwisata unggulan di Bali, dimaksudkan untuk menggairahkan kunjungan wisata ke Bali, event ini di buat untuk meramaikan atraksi dan daya tarik berkunjung ke Bali. Memang berbagai festival sangat berpengaruh dalam kepariwisataan, terutama efek exposure di media. Contohlah Thailand yang begitu kaya akan festival pariwisata, hampir setiap bulan selalu saja ada festival pariwisata meramaikan dunia pariwisata Thailand yang bisa di bilang sudah jauh di atas Indonesia, dan tentunya juga sangat informatif dan dikelola dengan sangat baik. Thailand, Malaysia dan Singapura, begitu rapih penataan sektor kepariwisataan mereka, kalau istilah di Indonesia, dari sektor hulu sampai kehilirnya saling menunjang dan mendukung karena memang mereka membentuk suatu keterkaitan demi suksesnya sektor pariwisata.


klik untuk memperbesar

Balik lagi ke Nusa Dua Fiesta (dulu disebut Festival Nusa Dua), sebuah event pariwisata 5 hari yang berisikan atraksi budaya, olahraga, musik, culinary, kegiatan sosial dan berbagai jenis eksibisi dan sudah menjadi kalender tetap setiap tahun. Namun apalah artinya sebuah festival yang meriah dengan ketiadaan informasi yang memadai tentang acara dimaksud. Dalam hal ini adalah informasi yang ditujukan bagi calon pengunjung Nusa Dua Fiesta (baik wisatawan asing maupun domestik).

Berikut adalah ketiadaan informasi yang saya maksud :

  1. Website Nusa Dua Fiesta, sampai hari H statusnya sebatas “Lorem Ipsum”, alias kosong (lihat gambar), kecuali link program yang berisi jadwal acara, (ketika pertama kali saya menjejakan kursor di website tersebut hendak mencari jadwal acara, saya butuh waktu 2 menit lebih untuk , menemukannya berada di link ‘Programs’ ).
  2. Website tidak informatif, hanya bertumpu pada satu bahasa yaitu bahasa inggris saja dan tidak tidak up to date dalam memberikan informasi yang jelas mengenai rencana acara, jalannya acara yang sedang berlangsung dan lain lainnya ( Link latest news, event, dan gallery hingga tulisan ini di post masih kosong )
  3. Website tidak ramah pengguna karena navigasi situs yang tidak terarah jelas ( terutama karena konten yang kosong ).
  4. Situs yang tidak konsisten dalam berbahasa, suatu hal yang kelihatan sepele namun sangat kelihatan untuk membuka mata dalam menilai kualitas penanganan suatu event. Jadwal acara yang terdapat dalam link ‘Programs’, menggunakan bahasa yang campur aduk, dimana secara umum website resmi Nusa Dua Fiesta adalah dalam Bahasa Inggris, namun di jadwal acara di link ‘Programs’, terdapat penggunaan Bahasa Indonesia yang jamak. Jika saya adalah orang asing (tidak mengerti bahasa Indonesia) yang membaca jadwal ini maka acara ini menjadi tidak menarik bagi saya.

Nusa Dua Fiesta bukan pertama kali diadakan dan tentu harapannya semakin hari pelaksanaannya semakin baik. Semoga pihak terkait membuka mata mereka; keseriusan semua pihak dalam membangun dunia pariwisata Indonesia dan Bali sangat dituntut.

Di tulisan ini saya menyoroti sisi media promosi dengan mengambil contoh promosi Nusa Dua Fiesta 2008, begitulah gambaran umum promosi pariwisata Indonesia; semuanya sebatas “Lorem Ipsum”, sebatas kerangka, tanpa isi, “bones without flesh”; . Promosi semacam ini rapuh, tidak menarik, tidak menarik, tidak membekas dan berkesan di hati pembaca (tidak memorable) karena tidak mewakili esensi sebenarnya potensi pariwisata Indonesia. Media promosi ibarat wajah pariwisata Indonesia, wajah molek, menarik dan berkesan tentu menarik hati semua orang.

Saya pribadi berpendapat media promosi yang bagus dapat menutupi kekurangan pariwisata Indonesia yang sangat tidak ditunjang oleh infrastruktur ( sarana transportasi dan administrasi ). Jika pemerintah serius dalam bidang pariwisata ( dan ini adalah sektor harapan dimasa depan dimana sektor yang mengandalkan sumber daya alam semakin meninipis ) maka sduah seharusnya pemerintah melalu departemen terkait mulai membenahi kinerjanya. Tanpa itu, dalam beberapa tahun kedepan, pariwisata Indonesia hanya akan menjadi Destination of Yesterday.

Semoga Indonesiaku Jaya.