Bukti gapteknya adalah tereksposnya jutaan data data pribadi siswa di seluruh Indonesia ke internet melalui kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang secara lalai membiarkan data dalam bentuk format .xls terekspos dan dengan gampang bisa di unduh oleh pihak tak berkepentingan. Data pribadi seperti nama lengkap dan alamat siswa dengan mudah di dapat.

Betapa tidak dunia maya Indonesia sempat tersontak ketika khabar orang dengan mudahnya bisa mengunduh data data siswa seluruh Indonesia dari Internet. File yang baru saja diupload oleh Depdiknas dengan segera terindex oleh Google. Alhasil, data data pribadi siswa seluruh Indonesia terekspos kedunia maya.

Mereka belum menyadari apa itu privacy. Semestinya maraknya penipuan lewat telepon, surat dan lain sebagainya sudah menjadi bahan pelajaran bagi jajaran yang duduk di pemerintahan bahwa ‘social engineering’ adalah salah satu cara membobol data pribadi seseorang untuk kepentingan yang tidak baik (salah satunya menipu). Dan Internet adalah gudangnya berbagai hal yang bisa di ‘social engineering’.

Kalau tidak mau disebut gaptek, apakah ini namanya ? blunder? kebodohan DepDikNas ?

Membuka akses ke database siswa secara nasional kesemua orang untuk apa sih ? ,

I’m not aware if there is any other government on the planet doing such a project – let me know if you know any – tanya seorang blogger

Semoga bangsa ini bisa belajar dari kesalahan ( bukan belajar terus dan tidak lulus lulus ). Koq, jadi teringat masalah pengadaan laptop DPR beberapa waktu lalu itu ya — oh iya– kata gaptek yang membawa saya berpikir kesana.

Salah satu bukti betapa gapteknya para pejabat kita adalah sebagaimana dikutip dari di berita detik.com berikut :

Menanggapi hal itu, Muhajir mengatakan, kekhawatiran dari para blogger ini adalah masukan yang bagus dan bakal segera dikoordinasikan dengan unit terkait.

“Tapi ini kan masih sebatas kekhawatiran, sudah terbukti belum? Kalau sudah terbukti silahkan diinformasikan, kami di diknas siap menampung keluhan,” tandasnya

CePeDe, nunggu kejadian dulu baru bertindak.