Saya termasuk orang yang tidak pernah memperingati pergantian tahun dengan hingar bingar dan perayaan, teman teman menyebut saya tipe ‘rumahan’, ogah plesiran kalau memang sudah berada dirumah. Rumah memang tempat yang paling nyaman menurut saya, tidur paling nyenyak ya dirumah, apalagi ada anak-anak, dan ehm …. ada istri tentunya.

Pergantian tahun baru sering berlalu begitu saja bagi saya, hampir tiada beda seperti pergantian hari hari biasa, hanya ritual mengganti kalender saja yang menambah suasana keesokan harinya. Sewaktu kuliah dulu paling paling juga malam tahun baru pulang kampung, atau keesokan harinya diajak teman teman mancing. Ahh.. jadi rindu sama memancing.

Setiap tahunnya perayaan tahun baru selalu hingar bingar, penuh hentakan musik, dan perayaan. Dari pojokan tempat nongkrong anak muda sampai bekas posko-posko partai politik dan pos kamling disulap menjadi arena pesta kecil oleh para anak muda.Kembang api, terompet, konvoi kendararan bermotor …. wah ramai deh.

Sejak 10 tahun lalu, ritual saya berubah. Tidak diperingati dikampung lagi, tapi di tempat ‘mekuli’. Sebuah kewajiban kerja mengharuskan saya menghabiskan malam tahun baru di tempat kerja. Jadi malam tahun baru saya selalu habiskan di tempat kerja, melewati malam tahun baru dengan beban kerja. Syukurkah ada pergantian tahun baru yang selalu saya peringati, yaitu Tahun baru Saka, setiap Hari Raya Nyepi. Disaat itulah saya bisa intropeksi dan merenung, mungkin karena suasana yang sepi dan khusuk menambah daya pikir kita saat itu.

Selamat tinggal tahun 2007,
Semoga Tahun 2008 menjadi tahun yang lebih baik bagi bangsa ini ……

SELAMAT TAHUN BARU 2008