Beduda adalah bahasa Bali dari Kumbang Tahi (kotoran) yang sering disebut Dung Beetle, kumbang yang suka hidup di kotoran sapi. Namun saya tidak hendak membahas salah satu spesies serangga tersebut. Beduda yang saya maksud disini adalah sebutan untuk para fan Nanoe Biroe, sebuah band asal Bali. Nanoe Biroe menggebrak dunia musik Bali lewat lirik lirik berbahasa Bali yang menonjolkan tema tema anak muda. Kekhasan Nanoe Biroe mampu menarik simpati penggemar musik di Bali dan para fan dari Nanoe Biroe itu sendiri disebut dengan para Beduda. Kenapa Beduda ?, entahlah saya kurang tahu atas dasar apa kata Beduda yang dipilih.

Nanoe Biroe sendiri sangatlah memperhatikan fans nya, karena tentu saja fans lah yang akan melanggengkan kiprah mereka di dunia musik. Saat ini telah ada Republik Beduda, yaitu wadah perkumpulan untuk para Beduda. Saat ini merchandise Beduda pun sudah banyak beredar, entah itu merchandise resmi maupun sekedar jiplakan untuk memenuhi tuntutan pasar. Pengaruh Nanoe Biroe sudah sedemikian luas, sampai sampai anak saya sendiri yang berumur 6,5 tahun gandrung mengumpulkan stiker Beduda atau Nanoe Biroe. Sekali waktu ketika liburan di kampung, neneknya membelikan sebuah kaos berwarna hitam yang bertuliskan Republik Beduda dengan gambar Nanoe Biroe ala Bob Marley. Fenomena anak anak memakai baju hitam Republik Beduda sudah bukan barang baru lagi di Bali. Anak-anak hafal lagu lagu Beduda adalah hal biasa, sama seperti halnya anak anak hafal lagu lagu band Ungu atau lagu populer lainnya.

Para beduda yang tergabung dalam Republik Beduda akan selalu meramaikan setiap konser Nanoe Biroe, dengan berbagai attribut Republik Beduda dengan kaos hitam dan attribut lainnya. Berikut salah satu video Nanoe Biroe.

Beberapa lirik lagu-lagu Nanoe Biroe bisa dilihat disini