Melengkapi unek unek saya kemarin perihal BBM dan Minyak Goreng, saya posting sedikit perihal hal penting lainnya yaitu listrik. Kemarin pagi sekitar jam 11 pagi, listrik mati dan dengan segera di catu oleh generator, selang 1 menit mati lagi ( ketika generator mati dan di gantikan lagi oleh PLN ). Ternyata tidak lebih dari 2 menit listrik mati lagi dan otomatis pula di catu oleh generator untuk menggantikan. Hal yang sama kembali terjadi sekali lagi sesudahnya. Bah kuping ini penat karena alarm UPS saling bersahutan.

Setelah byar pet 3 kali diatas itu, departemen ‘Engineering’ memastikan PLN sudah pulih, namun kenyataannya tegangan justru turun naik, suasana kantor menjadi seperti adegan film film horor. Cahaya lampu TL turun. Saya mencoba konfirmsai ke Engineering dimana masalahnya, yang dijawab oleh pihak engineering bahwa mereka belum mendapat kepastian dari PLN ( PLN tidak bisa dihubungi hihi ) . Namun beberapa rekan di perusahaan lain juga mengeluhkan kejadian yang sama dan mengeluhkan ketidak-pastian dari PLN perihal status nya. ENgineering juga tidak serta mengambil keputusan untuk segera mencatu memakai generator mengingat biaya operasional generator cukup tinggi dan mengingat BBM langka ( duh .). Sore hari dapat khabar bahwa byar pet terjadi di berbagai area di Nusa Dua, Kuta, Seminyak, Denpasar, Sanur dll. Akibat kejadian ini, baru pertama kali log UPS saya melaporkan pengaktifan AVR Booster sampai 3 kali berturut turut akibat catu daya di bawah ambang normal.

Pagi ini dapat khabar lagi dari Kepala Departemen Engineering, bahwa listrik hidup mati kemarin terjadi hampir disemua wilayah Bali, kecuali daerah Bali Barat, meski info jelas belum benar benar didapat. Hampi semua Kepala Engineering berbagai perusahaan di Bali, telah melayangkan protes perihal byar pet kemarin melalui email maupun media lainnya. Dan ada rumor beredar yang mengatakan bahwa layanan telepon di PLN tidak berfungsi baik ketika kejadian adalah karena perangkat PABX yang tidak ada catu daya ketika listrik mati, ya ampunnn, PLN tidak punya catu daya ?. Mungkin benar PLN adalah bagian dari BUMN negeri palsu yang hanya mengumbar janji janji palsu. Sering terjadi setiap jadwal pemadaman yang sudah di fax yang mencantumkan jam pasti akan di lakukan pemadaman, pada prakteknya sering maju beberapa jam atau bahkan ada yang batal. Disisi saya ini jelas sangat merugikan, karena beberapa perangkat akan saya matikan ketika proses pemadaman untuk menghindari berbagai hal buruk akibat pencatuan oleh perangkat generator maupun pada saat PLN mencatu kembali.

NB :
Pagi ini saya batal (lagi) bayar listrik karena fasilitas komputersisi BaLon PLN di kantor kepala desa saya katanya error sudah beberapa hari.