Entah karena apa belakangan minyak goreng harganya selangit bahkan sampai kisaran 9000 rupiah per liter, istri saya belakangan ini bingung karena masalah ini, baiknya mesti pulang kampung mencari minyak goreng klentik buatan ibu saya. Bahkan keinginan menggantikan minyak goreng dengan bensin mesti diurungkan ( saking kesalnya !! ), karena sejak seminggu ini, BBM di Denpasar mendadak seret sulit didapat.

Entah jalur distribusi, kerusakan peralatan atau yang lainnya yang menjadi penyebabnya, rakyat hanya mau tahu bahwa kebutuhan bahan bakar adalah sangat penting, dan untuk hal yang sangat penting, pengelolaannya mesti penting pula alias profesional. Jalur distribusi sering bermasalah, adakah preventif dan backup actionnya ?. Entah apa usaha yang telah dilakukan untuk mencegah pengulangan sejenis kembali . Benar memang kita hanya bisa bermimpi, palsu dan bermimpi.

Maafkan saya, hanya rakyat palsu yang lama hiatus dari blog dan kesal.

Sajak Palsu

Agus R Sarjono

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.

1998