You are currently browsing the monthly archive for May 2007.

Melengkapi unek unek saya kemarin perihal BBM dan Minyak Goreng, saya posting sedikit perihal hal penting lainnya yaitu listrik. Kemarin pagi sekitar jam 11 pagi, listrik mati dan dengan segera di catu oleh generator, selang 1 menit mati lagi ( ketika generator mati dan di gantikan lagi oleh PLN ). Ternyata tidak lebih dari 2 menit listrik mati lagi dan otomatis pula di catu oleh generator untuk menggantikan. Hal yang sama kembali terjadi sekali lagi sesudahnya. Bah kuping ini penat karena alarm UPS saling bersahutan.

Setelah byar pet 3 kali diatas itu, departemen ‘Engineering’ memastikan PLN sudah pulih, namun kenyataannya tegangan justru turun naik, suasana kantor menjadi seperti adegan film film horor. Cahaya lampu TL turun. Saya mencoba konfirmsai ke Engineering dimana masalahnya, yang dijawab oleh pihak engineering bahwa mereka belum mendapat kepastian dari PLN ( PLN tidak bisa dihubungi hihi ) . Namun beberapa rekan di perusahaan lain juga mengeluhkan kejadian yang sama dan mengeluhkan ketidak-pastian dari PLN perihal status nya. ENgineering juga tidak serta mengambil keputusan untuk segera mencatu memakai generator mengingat biaya operasional generator cukup tinggi dan mengingat BBM langka ( duh .). Sore hari dapat khabar bahwa byar pet terjadi di berbagai area di Nusa Dua, Kuta, Seminyak, Denpasar, Sanur dll. Akibat kejadian ini, baru pertama kali log UPS saya melaporkan pengaktifan AVR Booster sampai 3 kali berturut turut akibat catu daya di bawah ambang normal.

Pagi ini dapat khabar lagi dari Kepala Departemen Engineering, bahwa listrik hidup mati kemarin terjadi hampir disemua wilayah Bali, kecuali daerah Bali Barat, meski info jelas belum benar benar didapat. Hampi semua Kepala Engineering berbagai perusahaan di Bali, telah melayangkan protes perihal byar pet kemarin melalui email maupun media lainnya. Dan ada rumor beredar yang mengatakan bahwa layanan telepon di PLN tidak berfungsi baik ketika kejadian adalah karena perangkat PABX yang tidak ada catu daya ketika listrik mati, ya ampunnn, PLN tidak punya catu daya ?. Mungkin benar PLN adalah bagian dari BUMN negeri palsu yang hanya mengumbar janji janji palsu. Sering terjadi setiap jadwal pemadaman yang sudah di fax yang mencantumkan jam pasti akan di lakukan pemadaman, pada prakteknya sering maju beberapa jam atau bahkan ada yang batal. Disisi saya ini jelas sangat merugikan, karena beberapa perangkat akan saya matikan ketika proses pemadaman untuk menghindari berbagai hal buruk akibat pencatuan oleh perangkat generator maupun pada saat PLN mencatu kembali.

NB :
Pagi ini saya batal (lagi) bayar listrik karena fasilitas komputersisi BaLon PLN di kantor kepala desa saya katanya error sudah beberapa hari.

Entah karena apa belakangan minyak goreng harganya selangit bahkan sampai kisaran 9000 rupiah per liter, istri saya belakangan ini bingung karena masalah ini, baiknya mesti pulang kampung mencari minyak goreng klentik buatan ibu saya. Bahkan keinginan menggantikan minyak goreng dengan bensin mesti diurungkan ( saking kesalnya !! ), karena sejak seminggu ini, BBM di Denpasar mendadak seret sulit didapat.

Entah jalur distribusi, kerusakan peralatan atau yang lainnya yang menjadi penyebabnya, rakyat hanya mau tahu bahwa kebutuhan bahan bakar adalah sangat penting, dan untuk hal yang sangat penting, pengelolaannya mesti penting pula alias profesional. Jalur distribusi sering bermasalah, adakah preventif dan backup actionnya ?. Entah apa usaha yang telah dilakukan untuk mencegah pengulangan sejenis kembali . Benar memang kita hanya bisa bermimpi, palsu dan bermimpi.

Maafkan saya, hanya rakyat palsu yang lama hiatus dari blog dan kesal.

Sajak Palsu

Agus R Sarjono

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.

1998