You are currently browsing the monthly archive for March 2007.

Laptop DPR yang hangat itu ( kaya pisang goreng) membuat saya saya berpikir ketika hendak tidur tadi malam, jikalau seandainya semua anggota dewan terhormat itu membuka laptopnya pada sidang paripurna di ruang sidang yang besar itu secara bersamaan, koq ya seperti bursa efek keliahatannya ya ? ..cuma pikiran saya saja sih. Ngomongin soal laptop, jadi kepikiran trend saat ini. Tidak pede rasanya jika tidak bawa laptop, apa lagi kalo jadi bos. Tidak pede jika tidak megang hape mentereng  dengan kamera 3G pula, meskipun banyakan hp mentereng dipake muter 3gp, trus Ipod plus PDA. Apa iya hidup tanpa pernak pernik teknologi itu mengurangi kinerja atau mungkin terasa tidak menikmati hidup ?.

Salah satu teman pernah berkata, ‘teknologi harus diikuti, kalo nggak mau di anggap gaptek’. Iya sih, tapi apa ga lebih gaptek ( ‘gagap karena tekanan ekonomi’ ) lagi, jatah hidup keluarga lari ke pengeluaran pengadaan ‘gadget’ ?, masalahnya itu duit yang tidak sedikit untuk mengikuti derasnya t eknologi. Tidak masalah buat mereka mereka yang punya uang berlebih, apa lagi emang ada anggaran buat itu, atau mungkin ada budget tahunannya untuk mengantisipasi model model terbaru. Cuman koq seringnya kalangan ekonomi seperti saya ini banyak yang terpengaruh, gaji sudah pas-pasan koq-ya ikut ikutan metroseksual.

Bukannya pelit, namun lebih kepada membedakan rasa ‘ingin’ dan ‘perlu’, saya sih belum mampu untuk bergadget ria dan mengikuti arus teknologi yang sedemikian derasnya. Hape cukup sebuah Siemen C-25 yang sudah 7 tahun lebih saya pegang. Sebuah hape yang katanya terkecil di jamannya yang baru sekali ganti batere (dan agaknya perlu diganti lagi hehe ), dan sudah kenyang asam garam dilempar dan di jatuhkan oleh anak-anak saya. Handal berhalo ria dan pesan singkat, cukuplah. Sebagai pengganti PDA, cukup pake Hipster PDA, metode yang sudah 2 tahun lebih saya pake yang tersinpirasi ketika browsing  situs  43folders.com  ini. Hemat dan tentunya tidak mengurangi efektifitas kerja. Intinya sih,  pake yang benar benar anda perlukan, kalau keinginan, namanya juga manusia, kalau bisa sih semuanya ingin dimiliki.

Kira kira para wakil rakyat kita bisa berhemat gak ya ?, apa mereka benar benar perlu laptop, atau kalau iya, apa semua anggota perlu ? apa perlu usul nambah blackberry pula ?

My Gadget

PS. Hapenya tanpa antenna karena patah, tapi sinyal tetep oke tuh.

Para wakil rakyat di DPR-RI  khabarnya masing masing dapat jatah laptop satu satu, tak tanggung tangung, 21 jeti jek. Glek, keren deh, merk apaan tuh ya ?, apa yang dibawah 10 jutaan tidak cukup ?. Rakyat kebanjiran, beras mahal, petani gerah karena gabah harganya murah, Sidoarjo ditelan banjir, wakil rakyat malah bagi bagi jatah. Kalo bukan rapelan yang akhirnya banyak dikembalikan secara kredit, sekarang laptop 21 jutaan. Bener seperti komentar dari pemirsa televisi yang saya lihat, wakil rakyat ibaratnta dagelan. Apa yang dibagi itu sudah termasuk sistem operasi sama aplikasi nya tidak ya ?. Ya syukur kalo pakenya yang ndak mesti beli seperti Linux + Openoffice, kalo makenya Ms Windows + Ms Office ? Hitung deh pendapatan Microsoft.

Khan trend nya, nantinya muncul biaya lain lain, hehehe. Perawatan lah, pengadaan perangkat lunak, dll. Oh iya saya jadi penasaran, apa semua anggota DPR-RI bisa megoperasikan komputer ?. Meskipun nantinya laptop yang dibagikan itu adalah bukan untuk anggota DPR itu sendiri, namun untuk staf ahli nya masing masing. Tanpa hendak berburuk sangka, coba deh kita nantikan kinerja para wakil rakyat ini, berapa persen kah efektifitas kinerja mereka akan meningkat , berapa banyak permasalahan rakyat yang terselesaikan  ?, atau kita nantikan berapa banyak wakil rakyat yang nantinya ngeblog  ?? .. hehehe.

Oh ya jangan lupa, sudah menjadi tren juga, biasanya daerah akan melakukan hal hal yang sama alias ikut ikutan.
Okeh segitu dulu, tentang Laptop DPR,  “Kembali ke Laptop !” …….

UPDATE: 27/03/2007, Menurut Ketua DPR, pengadaan laptop DPR batal .. horeeee !!!.

Om Swastiastu,

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1929.

Om  Shanti Shanti Shanti Om

  1. Desember 2006 : KM Senopati Nusantara tenggelam di perairan Mandalika
  2. Januari 2007 : Pesawat Adam Air KI-547 hilang di laut Sulawesi dan penyebabnya belum pasti hingga sekarang
  3. Februari 2007 : KM Levina 1, terbakar di tengah laut dan akhirnya tenggelam ketika di periksa
  4. Maret 2007 : Garuda G-200 PK-GZC terbakar setelah mendarat di Yogyakarta

Semoga bulan bulan kedepan, tidak ada lagi.