You are currently browsing the monthly archive for December 2006.

Ya, sekarat mungkin tepat buat menggambarkannya. User pada teriak gak bisa kirim terima email, maklum, beberapa kolega kebanyakan dari luar Indonesia. Jam sembilanan masih sempat bisa akses ke situs luar, tapi mulai jam sepuluhan, terasa berat sekali, nyambung-enggak-yambung-enggak. Sebelum telpon CS nya Indosat , sempat cek beberapa rekan lain yang juga pake Indosat, ternyata sama. Akhirnya setelah dapat email pemberitahuan dari Indosat, katanya FO di Taiwan kena Gempa, akses Internet terganggu, termasuk semua ISP di Indonesia, bahkan sebagian besar Asia katanya, ….Selamat … !!!. Bung Enda, mengkonfirmasi, di Thailand juga byar-pet.

Jam 18.30 akses agak sedikit membaik, sekalian posting ini. Iseng, mudah mudahan besok membaik. Ber-doa saja.

Advertisements

Sekali lagi budaya asal kutip, asal comot, asal copy paste saya lihat. Selasa lalu ketika istirahat makan siang di perpustakan kantor, mata saya terusik oleh sebuah judul di rubrik IPTEK di koran Balipost. Judulnya “Apa itu blog“. Yang membuat saya semakin penasaran kala itu adalah, kenapa saya merasa saya pernah membaca artikel tersebut, waktu itu saya berpikir apakah mungkin saya dejavu ?. Namun akhirnya saya teringat bahwa saya pernah membaca artikel tersebut disebuah blog, bukan di koran.

Copy Paste ™

Pagi ini saya iseng cek situs Balipost dan coba membandingkan dengan situs yang pernah dikenal sebagai Bapak Blog Indonesia, Bung Enda Nasution. Ternyata artikel di Balipost itu adalah kutipan dari blog Enda dengan judul yang sama.Dimana yang diambil adalah dari paragraph ke 2 sampai ke 10, dan sedihnya saya tidak melihat sumber tulisan tersebut yang di cantumkan, cuman (iah/net) saja. Tidak ada lainnya. Sepertinya Balipost mengulangi kesalahan yang dilakukan Majalah Chic. Dan sepertinya balipost tidak belajar dari kesalahan lampau tentang masalah asal kutip.

Apa itu blog- Balipost

Saya cuma ingin tersenyum, si penulis Balipost ini seperti menulis sesuatu yang tidak dia ketahui dengan baik. Seandainya dia mengerti dunia blog, setidaknya dia tahu bahwa ini tulisan orang lain, dan kalau ia mengikuti dunia blog , setidaknya dia tahu bahwa asal copy paste pernah menjadi topik hangat tahun lalu di dunia blog indonesia.

Penulis juga manusia …., penulis blog juga khan ??

Meski sekarang hari ibu, saya yakin Ibu saya dikampung sudah sejak pagi pagi sekali mempersiapkan dagangannya untuk dijajakan dipasar dipetakan 1×1 meter favoritnya, kesibukan yang beliau rasakan membuatnya bahagia untuk membesarkan anak anak dan membantu ekonomi keluarga.

Ibu aku tidak tahu bagaimana aku bisa membalas segala kasih sayang ibu selama ini … doa kami, anak anakmu selalu menyertaimu.

Teruntuk,

Ibu,Ibu Mertua dan istri tercinta,

Selamat Hari Ibu ….

Peranan komentar ( bukan komentar spam ) harus diakui selama ini dianggap sebagai ukuran bagaimana sebuah blog itu telah menarik pegunjung. Blogger baru yang mendapati blognya tidak dapat komentar, barangkali kecewa. Itu karena motivasi mereka untuk dikenal di dunia blog. Kalau dianalogikan seperti anak sekolahan disekolah baru yang mencoba bersosialisasi namun mendapat tanggapan dingin. Dia kecewa karena motivasinya kesana mungkin untuk mencari teman belaka, bukan untuk sekolah. Namun bagaimanapun juga komentar tetap bak suplemen yang membuat para blogger baru untuk lebih banyak menulis di blog. Terlepas dari apa yang memotivasi mereka menulis blog, komentar menjadi hal yang memotivasi untuk lebih banyak menulis. Bagaimana bisa belajar kalau suasana lingkungan belajar tidak kondusif.

Budaya silahturahmi agaknya memang solusi bagus untuk menghormati tulisan seseorang. Tentu saja jangan memaksa berkomentar kalau memang tidak ingin dan tidak ada yang perlu dikomentari, dan jangan mengharap untuk dikomentari, para seleb blog juga manusia. Tetaplah menulis, itu yang pasti. Seperti mendaki gunung, terus mendaki, melangkah terus meski sedikit, karena begitu anda berhenti itu bisa membuat sugesti untuk kelelahan, capek dan akhirnya berhenti total.

Jangan hiraukan pengkotak-kotakan, apakah termasuk blog jablai™ ( gratisan, sepi komentar, norak ), ataukah blog seleb ( domain sendiri, banyak komentar, css dan xhtml yang apik ), sah sah saja mengidolakan seorang atau lebih para seleb blog. Semua terserah anda. Yang jelas, kalau ingin dapat traffic bagus, Write stuff that people want to read and share !!. Semua usaha perlu pengorbanan, itu saja yang perlu diingat. Blogwalking perlu waktu, menulis perlu tenaga. Tidak usah minder karena memakai gratisan, banyak blog gratisan yang bermutu. Kalau anda belum bisa memanage sebuah domain kenapa repot-repot, nanti malah repot sendiri. Kasihan, capek capek keluar duit sudah register domain dan sewa hosting malah mandeg.

Saya sendiri bukan orang baru dalam hal blog, sejak lima tahun lalu saya membuka halaman di blogger.com, motivasi saya waktu itu adalah sekedar menuliskan kegiatan saya sehari hari, sambil belajar pula. Sekian lama mengenal blog, tetap saja saya bukan blogger yang baik, saya tidak bisa menulis yang membuat orang tertarik untuk membacanya, saya belum belajar apa itu piramida terbalik dan sejenisnya, yang penting saya menulis. Makanya tulisan saya kebanyakan menceritakan kegiatan kegiatan dan lingkungan sekitar saya yang cenderung narsis, sangat jarang saya bisa untuk menulis mengenai persoalan persoalan sosial yang perlu dicermati dan dikritisi. Itu perlu waktu dan tenaga. Sebelumnya saya tidak mengharpakan akan ada yang berkomentar, entah dikunjungi atau tidak. Dulu waktu jamannya free2surf.com, pernah juga membuat blog disana, namun free2surf.com tidak berumur panjang. Blog pun membuat saya tertarik untuk menggunakannya untuk semacam log-book di kantor, akhirnya saya buat work-log dengan basis Greymatter di webserver intranet kantor. Blog bisa membuat saya tersenyum-senyum ketika saya mencoba membacanya di kemudian hari, misal 3 atau 5 tahun lagi. Jadi menulislah untuk diri anda sendiri, seandainyapun tulisan anda nantinya menarik banyak orang, bersyukurlah.

Jadi tetaplah menulis, tetaplah berkomentar , maju terus .. Biar Jablai, tetap saja dibelai-belai … selamat Hari Ibu , nggak nyambung ya 🙂

Komentar ngak komentar, tetap ngeblog

Musim hujan telah tiba, sejak Hari Raya Kuningan, tanggal 9 Desember lalu, hujan sudah mulai mengguyur bumi Bali. Sejak akhir Nopember lalu, sudah banyak terlihat mendung yang malu malu untuk jatuh. Sejak Nopember pula terlihat sabetan lampu lampu laser pengusir hujan di beberapa hotel maupun venue venue event besar. Teknologi dan supranatural terlibat, demi mensukseskan sebuah acara besar, pawang hujan dan laser saling bahu membahu. Yang tersiksa adalah kami yang tinggal didekat daerah seperti GWK atau daerah yang biasa menjadi tempat berlangsungnya acara besar. Mengharapkan hujan dengan harapan gerah akibat hawa panas menjadi berkurang, apa daya, hujan keburu terusir oleh laser dan di tambah dentuman musik ditengah malam membuat sebagaian besar kualitas tidur berkurang.

Namun belakangan ini, hujan sudah mulai deras, rerumputan mulai terlihat menghijau disepanjang jalan Uluwatu, ranting pohon gamal, khas daerah Bukit Ungasan sudah mulia menampakkan pucuk -pucuk daun, sekarang sudah jarang tidur telanjang dada dan tidur dilantai untuk menyerap hawa dingin lantai, sudah berkurang teknik teknik pantul sana pantul sini arah kipas angin sewaktu tidur agar tidak masuk angin.

Masyarakat Jakarta khawatir dengan banjir tahunan, kaKekhawatiran saya justru terhadap kantor, ruang server saya sangat rentan terhadap bocor. Dua tahun lalu, hampir saja server utama kena air hujan, untungnya air jatuh cuma 5 centimeter dari sisi server dan kudos untuk kaki kaki tower si Proliant yang cukup tinggi yang meyelamatkan si server dari air. Rencana pindah ruangan masih menghadapi kendala. Setelah dicek ternyata ruang server saya diatasnya terdapat pertemuan dua atap berbeda yang dipasangi talang air, ketika talang atau saluran air ini tidak mampu menampung volume air yang besar akibat curah hujan yang terlalu besar maka terjadilah kebocoran akibat luapan air tersebut. Sementara ini beberapa pelindung diatas plafon sudah terpasang, namun tetap rasa was was menghantui.

Selamat datang hujan…

Setelah sekian lama saya bekerja dengan komputer pas-pasan, akhirnya saya dapat komputer baru yang lumayan. Sebuah Pentium IV 3.0 MhzGhz, RAM 512 MB dengan Harddisk 40 GB. System Operasi nya Windows XP, yang original tentunya.

Berhubung system kami sekarang berjalan di platform windows, semua station akhirnya di upgrade. Kalau dipikir pikir, selalu saja kami disini telat dalam mengadopsi teknologi. Sekarang dimana Windows Vista sudah muncul, kami baru secara keseluruhan menggunakan Windows XP. Ya, daripada stagnan sama sekali.

Dengan komputer baru, mudah mudahan efektifitas dan produktifitas kerja saya meningkat pesat, mudah mudahan segala obsesi yang terpendam dulu bisa diwujudkan. Oh iya si Thinkpad 570 , akhirnya meninggal dunia. Saya belum sempat ngoprek dengan detil. Sepertinya karena baterenya matot, bener bener matot, di hidupkan saja tidak bisa, meskipun sudah di by-pass. Sepertinya dia ngambek, karena ada si komputer baru ini.

Sekarang tinggal obsesi untuk punya komputer di rumah saja belum kesampaian. Medio 97-2000 saya punya komputer Pentium 233 MMX dirumah, semenjak itu pensiun, tidak pernah punya komputer lagi. Mudah mudahan ada rejeki supaya bisa punya komputer lagi.