Berurusana dengan barang palsu ? Kita semua pasti pernah. Barang palsu sendiri bukan masalah baru. Soal palsu memalsu , didunia ini sudah berlangsung sejak sekian lama, yang jelas mungkin se-umur dengan curi – mencuri.

Yang bikin resah sekarang adalah barang barang rumah tangga sehari hari banyak yang beredar yang palsu. Saya sendiri pernah dapat barang palsu dari shampoo, hand-body, sampai perawatan bayi. Kenapa tiba tiba saya ingin menulis tentang barang palsu ini di blog ? Karena, salah satu strategi saya mengatur cash-flow keuangan rumah tangga , terganggu oleh beredarnya barang palsu ini. Sebagai seorang kuli di perusahaan swasta dengan gaji pas-pasan, koperasi karyawan menjadi salah satu tempat handalan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan sistem potong gaji, cash-flow agak terbantu, meski sedikit, ya sekaligus menambah saldo SHU. Mengatur keuangan memang sulit.

Semenjak pernah dapet barang palsu dari koperasi karyawan, sekarang menjadi berpikir dua kali untuk berbelanja di koperasi karyawan, paling tidak untuk beberapa jenis barang, jangan jangan dapat barang palsu lagi.Belanja di warung kelontong deket rumah pun jadi khawatir. Mengingat barang barang palsu banyak dijajakan ke kelontong kelontong kecil oleh oknum oknum yang ditengarai memakai mobil kanvas box untuk menjajakan produk palsu mereka. Dengan mengurangi berbelanja di koperasi, berarti semakin banyak uang yang dibelanjakan di luar.

Ekonomi kaya gini ternyata efek dominonya kerasa banget. Apakah saya terlalu berlebihan.