Waaa kembali lagi bisa nge-blog. Seperti biasanya, saya memang penulis blog yang payah. Alasannya selalu klasik, ‘tidak sempat’, bukan sibuk lho. Tidak sempat disini bisa berarti macam macam … malas, tidak ada internet, tidak bisa nulis, de el el.. hehe

Sekian minggu saya lalui dan sekian hari saya libur dalam rangka Hari Raya Galungan dan Kuningan, melelahkan sekaligus menyenangkan. Selama libur sempat saya membuatkan anak sulung saya lampu belajar untuk di tempatkan di kamarnya. Sebenarnya sih bukan membuat, lebih tepat kalau disebut DIY project dengan tujuan lampu ini mudah di gunakan dan tidak berbahaya untuk anak keci serta di mounting ke mejanya secara semi-permanen untuk mencegah ulah usil si sulungl. Lampu belajar ini saya buat dari bekas lampu belajar saya masa kuliah ( medio 95 ) yang saya temukan di kamar tempat barang bekas. Semua masih berfungsi normal termasuk trafo dan lampu TL 8 watt nya, kecuali stop-kontak dan casing yang sudah pecah. Memang baru sebulan ini anak saya meminta untuk tidur sendiri. Maklumlah anak kecil, dia berusaha menunjukkan kalau dia sudah besar. Apalagi sebentar lagi akan segera masuk ke Sekolah Dasar. Semua kotak sepatu sampai pakaian sudah diangkut sendiri ke kamarnya dan sekarang lagi getol getolnya menikmati privasi nya di kamar pribadinya. Namun jeleknya , suka bawa kucing ke tempat tidur..halah. Cat kamarnya pun minta warna merah … wah, tapi masih belum saya penuhi sih.

Selama liburan juga akhirnya saya realisasikan keinginan saya untuk punya sebuah camdig buat dokumentasi keluarga. Dan atas saran didats tiga bulan lalu , saya berangkat ke Centro. Centro tempat baru buat saya.. maklum saya termasuk alergi pergi ke mall, bukan saya sih yang alergi, dompet saya yang alergi, lagi pula saya ini orang yang home sweet home ….. Setelah pusing nyariin tempat yang jual produk elektronik akhirnya ketemu, cuman produk yang di rekomendasikan oleh didats sudah tidak ada dan cuman ada produk baru, kelanjutan seri itu juga. Untungnya seri barunya ini juga masih direkomendasikan oleh budget yang tersedia.. hehe, maka jadilah saya ambil. Sekarang belum coba jeprat jepret yang banyak, masih belajar sih. Sekarang masalahnya komputer saya yang buat keja di kantor pada komputer lama semua, satunya mesin Linux, Pentium II tanpa USB port, satunya Laptop IBM 570 , namun masih Win 98 ( requirement minimum 98SE ), maka setiap mau transfer mesti nebeng di komputer user….