“Pak Wayan, tolong cepat datang ke kantor saya ya, komputer saya kow ngambek nih, saya tinggal morning briefing, balik balik layarnya sudah gelap gini dan ada pesan yang saya tidak mengerti nih “, begitu terdengar telepon dari atasan saya di lantai bawah.

Tanpa ba bi bu , saya langsung meluncur. “Kenapa sebenarnya Bu ?”, saya melihat di layar laptop berumur 1 tahun tersebut sebuah bar horisontal hitam putih khas MS Windows yang mandeg pada bar ke 3 dengan pesan yang menyatakan bahwa ada file system yang rusak dan perlu di jalankan “Repair Install” dari CD Install yang asli.

“Saya tidak tahu, tiba tiba saya lihat sudah saya begini, padahal tadi pagi sebelum berangkat briefing , saya sempat ngirim beberapa email”, jawab bos saya.

“Ibu masih menyimpan Recovery CD dan yang lainnya bu ?”, tanya saya.

“Wah CD yang itu yah ?, sudah hilang tuh Pak Wayan, yang ada cuma CD ini”, katanya sambil menyerahkan sebuah cd yang berjudul Acer Resource CD

“Yahh….”, saya pasrah.

Saya segera mengambil tool tool saya, pertama saya coba restart, namun kembali macet pada bar hitam putih ke tiga. Saya putuskan memakai System Recovery dari tool saya. Saya coba jalankan c:>bootcfg /scan, system memberi peringatan bahwa ada kerusakan pada harddisk yang harus diperbaiki sebelum menjalan proses command bootcfg.

Saya jalankan c:>chkdsk c: /R , setelah menunggu 30 menit, indikator menunjukkan proses mencapai 5 %, namun saya lihat indikator aktifitas harddisk tidak berkedip. Saya mencoba bersabar, saya tunggu 30 menit lagi. Indikator proses chkdsk masih di 5 % dan lampu indikator harddisk tetap tidak menyala. Walah ….

Saya putuskan coba boot memakai LiveCD Ubuntu, paling tidak saya perlu menyelamatkan data data boss dulu. Ubuntu boot dengan cepat dengan tampilan yang elegan di laptop tersebut. Saya coba mount hda1, bisa, syukur. Saya pilih browse folder, loh koq gak muncul muncul yah ? . Saya coba umount juga tidak bisa.

Saya coba ulangi lagi boot dari LiveCD Ubuntu, saya coba lagi, tidak bisa juga.

Kemudian saya pakai lagi System Recovery untuk mencoba chkdsk sekali lagi. Kali ini saya tinggal makan siang dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Dua jam kemudian saya periksa , chkdsk masih tetap macet di 5 % dan lampu indikator harddisk tidak menyala.

Note:
Setelah di cek, partisi tersebut ternyata rusak namun berhubung data data diperlukan, terpaksa dikirim ke pihak yang mempunyai tool lebih lengkap.

UPDATE ( 1/05/2006 )
Pihak yang lebih berkompeten dalam bidang hardisk rusak menyatakan bahwa head harddisknya tidak mau membaca dengan baik alias rusak hihihi. Kesimpulan harddisknya di ganti.