Hari ini saya iseng menelepon ke tempat kerja teman lama, dengan harapan semoga dia masih bekerja disana. Iseng saja, sudah lebih dari tiga tahun, saya tidak pernah kontak dengan dia, sebut saja namanya Surya. Sekedar menanyakan khabar di telepon dan pertanyaan umum lainnya. Dia adalah teman baik saya semasa di “kuliah” dulu. Sering main ke kampungnya, sekedar iseng menghabiskan waktu akhir pekan. Waktu itu dia punya sepeda motor dan saya tidak, jadi acara main ke kampung sia itu adalah sebuah cara saya untuk killing time, dari pada bengong sendirian di kost-an.

Tempat kost saya dan dia cuma berjarak tiga rumah, saya kost berdua dengan seorang teman dari Buleleng, si Surya kost dengan temannya dari Buleleng juga. Saya, si Surya dan temannya dari Buleleng ini, sebut saja namanya Pasek punya hobi yang sama semasa kuliah dulu, yaitu menghabiskan waktu di Lab Komputer. Kalo teman kost saya, hobinya lain dari yang lain, yaitu menghabiskan waktu di meja billiard. Selain jam praktek bebas pada hari Sabtu, kami bertiga biasanya rela menunggu Lab Komputer selesai digunakan oleh kelas lain. Waktu 15 menit pergantian kelas di Lab Komputer adalah sangat berarti bagi kami. Rasanya gatal tangan ini kalau tidak sempat main komputer. Pada jam praktek bebas, komputer kami gunakan untuk latihan programming dan kebiasaan orang yang baru kenal komputer, yaitu main game, waktu itu Prince of Persia. Masih melekat di ingatan, bagaimana susahnya memprogram pull-down menu di DBASE III dan IV, sebetulnya itu sekedar trik. Bagaimana waktu yang lama untuk compiling Clipper Summer 86, Pascal dan COBOL pada mesin 80386. Masih untung kalau berhasil masuk Lab paling dulu, jadi bisa merebut jejeran komputer bagian depan yang sudah 80486. Masih juga saya ingat bagaimana pada ujian COBOL saya kelupaan nulis tanda titik (.), pada akhir salah satu baris perintah program yang ditanyakan.

Saya dan Surya, dulu sangat terobsesi dengan teknologi virus. Saat itu kami sering menelaah kode kode program virus waktu itu ( waktu itu baru ada virus bootsector, virus file dan batch-trojan ). Hobi kurang kerjaan dijalani, dari koleksi disket disket yang bervirus, melototi debugger sampai mata perih untuk sekedar membaca bagaimana alur si virus ( membaca header korban, mengkopi diri di akhir program korban, memodifikasi pointer header si korban, me-load diri ke memory dll ), sampai coba coba membuat program scanner untuk deteksi virus dan removalnya. Walaupun hanya sekedar iseng, hobi tersebut cukup membuat learning curve kami di Assembly Language terasah. Interrupt, register, offset, and, or , xor dan lain lainnya cukup membuat pusing kepala karena kami belajar otodidak dengan modal English pas-pasan. Berbekal kemampuan di Assembly juga yang membuat kami mencoba mengimplementasikan pemetaan karakter ala Norton Utilities, pada program program tugas Clipper, C dan Pascal kami.

Hobi jelek diatas juga yang membuat saya harus meringkuk di rumah untuk istirahat karena didiagnosa gejala Tifus. Kelelahan dan sering lupa makan membuat saya kena Gejala Tifus dua kali. Dua kali kena Tifus saya habiskan di kampung. Duh ..ternyata kalaua mau ditulis, semua kenangan itu tiada habisnya. Meski sebuah kenangan, semuanya itu telah berperan mambentuk saya seperti sekarang ini. Suatyu keadaan yang sangat saya syukuri, meski masih banyak obsesi dan cita cita yang ingin saya raih …

Klik