You are currently browsing the monthly archive for January 2006.

Keseharian suasana bekerja saya tak lepas dari komputer komputer tua. Ya betul, di ruang kerja saya ada dua buah komputer ( tepatnya 1 PC dan 1 Notebook). Kedua komputer inilah yang selalu menemani saya memecahkan segala masalah di kantor. PC saya adalah sebuah Pentium II dengan sistem operasi GNU/Linux Debian Woody, dan satu lagi IBM ThinkPad 570 dengan sistem operasi Microsoft Windows 98, asli bawaan dari sana-nya. Si PC saya gunakan sebagai workstation saya dan berguna sebagai multi fungsi, dari ngetik sampai system administration. Si PC sudah beberapa kali mengalami kerusakan hardisk, tepatnya ganti hardisk sekali dan kerusakan hardisk sehingga musti pindah partisi sudah dua kali. Sekitar setahun lalu dilengkapi CD-Writer dan sekitar 3 minggu lalu CD Drive aslinya mati dan perlu di ganti. Si PC sudah sejak 1 tahun lalu saya tambahkan Fan tambahan untuk menjaga temperatur yang disebabkan penambahan harddisk tambahan. Si ThinkPad adalah sebuah laptop lama ( kira kira kantor belinya tahun 1998, waktu itu belinya di Singapura, dan seingat saya harganya waktu itu setara dengan harga sebuah Suzuki Katana second-hand jaman itu ), tetapi masih lumayan kuat, dengan kapasitas hardisk 4 GB. Sekarang sudah tanpa CD-Drive lagi, karena rusak. Hardisk space tinggal 150 megaan, dan hanya dilengkapi tool tool diagnostic.

IBM TP 570

Kenapa komputer tua ?. Iya, kalau dilihat dari sejarahnya, komputer komputer itu adalah hasil oprekan saya terhadap komputer komputer lama dari departemen lain. Karena departemen itu sudah beli komputer baru dan saya alihkan untuk saya pakai bekerja. Misalnya si ThinkPad adalah hibah dari department lain yang karena si ThinkpAd sudah terlalu uzur dan katanya tidak stylish lagi (dan sudah rusak beberapa pirantinya ).

Kenapa saya tidak minta komputer baru ?. Karena saya mengutamakan kenyamanan user .. *Halahh*. Karena department saya adalah department bengkel komputer ..hihihi. Yah, sebenarnya sih kebutuhan saya masih terasa terpenuhi dengan komputer komputer lama ini. Saya percaya, meski komputer lama, kalau mendayagunakannya dengan baik, pasti tetap bisa berguna. Meski perlu saya akui, untuk pekerjaan yang gak bisa saya kerjakan di komuter komputer tua saya ini, saya nomad dari department satu ke department lainnya, berbekal previledge seorang admin .. hihihi.

Ada rencana beli komputer baru ?. Ada .. sebenarnya seharusnya terealisasi sekitar November 2005 lalu, namun karena tragedi bom Jimbaran, jadi tertunda. Iyah.. efek bom ternyata sebegitu parah bagi saya. Saya tidak tahu apakah ada departement lain yang mau hibah komputer lagi ? .. hehehehe, semoga saja ada .. minimal Pentium IV dengan RAM yang lumayan .. cukuplah.

Advertisements

Isu formalin menjadi hangat belakangan ini dimedia massa. Penggunaan zat kimia yang biasa digunakan untuk pengawet mayat ini pada bahan bahan makanan, membuat resah masyarakat, termasuk saya. Bagaimana tidak, keseharian hidup saya tak lepas dari tahu, ikan, bakso, mie , yang mana semua yang saya sebutkan itu, katanya ada yang mengandung formalin. Terus terang sekarang saya tidak makan tahu lagi. Yang lebih meresahkan lagi, Denpasar, dikatakan oleh pemerintah termasuk daerah kategori merah dalam persentase produk yang ditemukan ada kandungan formalin nya.

Formalin sebenarnya termasuk bahan kimia yang dilarang penggunaannya pada produk pangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988. Namun tata niaga formalin yang diduga tidak terorganisir dengan baik dan disalah gunakan, makanya peredaran bahan kimia ini menjadi tidak terkendali.

Apa itu Formalin

Formalin adalah senyawa kimia yang berbahan dasar Formaldehyde (H2CO) . Formalin adalah larutan 37% formaldehyde kedalam air yang ditambahkan sekitar 10-15% methanol untuk mencegah larutan Formaldehyde terpolimerisasi. Secara kasar bisa diartikan dalam 100 ml Formalin terdapat sekitar 37 ml Formaldehyde. Betul gak yah ?. Ciri ciri Formalin adalah berbau sangat menyengat. Formaldehyde dikenal sebagi disinfectant dan bahan anti bakteri. Formalin sering digunakan pada bidang pathology, untuk pengawetan specimen. Di dunia awam sering digunakan untuk mengawetkan mayat ( kalau di Bali, digunakan pada mayat untuk membuat mayat agar tetap tahan sampai hari baik untuk melakukan Pengabenan atau penguburan ). Karena daya anti-bakteri inilah, formalin digunakan untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan, tahu, mie dan lain lainnya. Suatu alasan klasik dan namun memang bisa diterima adalah, karena situasi ekonomi yang sulit. Berbagai usaha dilakukan untuk membuat produk dagangan mereka tahan lama dengan maksud mengeruk untung dengan mengurangi kerugian sebesar besarnya.

Selain pada makanan, ternyata Formaldehyde juga ditemukan pada barang barang alat alat makan dan minum , seperti piring, sendok, cangkir dan lain lain, terutama yang berbahan melamin. Melamin yang kita kenal sebagai piring, sendok dll adalah campuran antara Melamin Resin yang dihasilkan dari Melamine ( CH6N6) dengan Formaldehyde, dimana campuran ini membentuk plastik keras yang disebut Thermoset plastic. Thermoset plastic adalah plastik yang tidak bisa meleleh bila kena panas atau dibentuk. Umumnya thermoset plastik digunakan untuk produk produk tahan panas. Saya kurang tahu kadar formaldehyde yang digunakan untuk membuat alat alat makan melamin, dan bagaimana proses yang mengakibatkan formaldehyde pada alat alat makan berbahan melain bisa membahayakan. Apakah bila terkena panas ?, bereaksi dengan berbagai zat kimia yang terkandung dalam makanan ? ataukah bagaimana ?.

Efek terhadap Kesehatan

Umumnya Formaldehyde ( bahan dasar Formalin ), dikenal sebagai polutan udara dalam ruangan dan menyebabkan gangguan kesehata kesehatan bila terhirup. Ini disebabkan karena Formaldehyde umum digunakan pada bidang kontruksi dan pabrik. ( formaldehyde digunakan untuk bahan dasar lem pada tripleks, carpet dll ). Bila terhirup bisa menyebabkan sesak nafas, rasa panas di kerongkongan, mata berair dll. Jika tertelan dalam kadar tinggi, Formaldehyde (Formalin) bisa mematikan. Di tubuh formaldehyde berubah menjadi Asam Formic yang membuat kadar keasaman darah meningkat, terus nafas pendek dan cepat yang akhirnya membuat hypothermia, kemudian koma atau juga bisa mati. Formaldehyde juga diduga sebagai zat penyebab kanker.

Berikut adalah cara mengenal makanan yang memakai Formalin yan gsaya kutip dari berbagai sumber.

Ciri Ciri Mie Basah yang mengandung formalin:

  • Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)
  • Bau agak menyengat, berbau formalin
  • Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

Ciri Ciri Tahu yang mengandung formalin:

  • Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)
  • Tahu keras, namun tidak padat
  • Bau agak menyengat, berbau formalin (dengan kandungan formalin 0.5-1ppm)

Ciri-ciri Ikan segar yang mengandung formalin:

  • Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  • Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih
  • Bau menyengat, bau formalin

Ciri-ciri Ikan Asin yang mengandung formalin:

  • Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  • Bersih cerah
  • Tidak berbau khas ikan asin

Ciri-ciri Bakso yang mengandung formalin ( bakso tikus maupun bukan ):

  • Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  • Teksturnya sangat kenyal

Berikut adalah tautan ke situs halaman Balai Pengawas Obat dan Makanan tentang Formalin

Dari berbagai sumber

Menjadi bapak dari dua orang anak dalam sebuah keluarga kecil membuat saya menikmati kehidupan ini. Meski menikmati dalam hal ini termasuk segala kepahitannya. Saya menyadari belakangan ini bahwa saya dan istri belakangan super sibuk untuk mengurus anak anak kami. Pagi sebelum berangkat kerja dan malam sepulang kerja.

Kami berdua sama sama bekerja, dan waktu kami dengan anak anak hanyalah pada hari minggu dan hari hari libur. Keseharian kami diawali dengan urusan anak anak dan urusan rumah tangga. Istri saya memasak atau mencuci dan saya memandikan si sulung dan si bungsu. Kemudian istri mesti memberi makan si bungsu dan saya mengawasi sarapan si sulung, biasa anak kecil, kalau soal makan mesti di awasi agar mau makan. Setelah itu saya mesti mengantar si sulung ke sekolah, Setelah semua pekerjaan itu selesai barulah kami mempersiapkan diri kami untuk mandi, sembhayang dan berangkat bekerja. Kami memang tidak punya pembantu, dan urusan menjaga anak anak dirumah kami percayakan ke neneknya. Sorenya sepulan kerja, kami mesti memastikan bahwa keduanya sudah rapi dan memberi mereka makan. membantu belajar si sulung dan menidurkan mereka.

Pekerjaan diatas biasa kami rolling dalam pelaksanaannya, atau kami tukar tukaran tugas, kalau saya mencuci, istri yang mandiin anak anak dst. Belakangan ini kami berpikir bahwa semakin besar si bungsu, kami akan semakin sibuk, dan tidak mungkin si nenek akan bisa mengawasi kedua anak anak kami dengan cekatan. Kami berpikir, kemungkinan besar kami akan mencari pembantu untuk sedikit mengurangi kesibukan kami. Paling tidak, pagi pagi kami tidak super sibuk. Karena seberapun siapnya kami, pada paginya kami akan sangat sibuk sekali. Sebenarnya ada dua pilihan yang kami tentukan yaitu :

  • Mencari pembantu
  • Mengatur jadwal dengan lebih ketat

Mencari pembantu, akan membuat kami akan lebih menambah budget bulanan, namun mempermudah kami dalam kesibukan sehari hari, walau dengan beberapa resiko yang mungkin kami hadapi, seperti ketidak sigapan si pembantu karena kurang terampil dan tingkat kepusan pelayanan yang mungkin dia bisa.

Mengatur jadwal dengan lebih ketat, maksudnya adalah semakin membuat jadwal jadwal harian kami dengan lebih tegas dalam pelaksanaannya, tidak boleh ada penundaan, setidaknya diminimalisir penundaan yang terjadi ( alahh .. Indonesia style sekali yah ) , harus diatur skala prioritas yang tepat untuk menghindari penundaan.Dimana semua ini butuh kedisiplinan kami. Perpaduan antara Getting Things Done nya David Allen dan Seven Habits nya Stephen R Covey, perlu kami terapkan. Ada yang punya bukunya spin-off nya 7 Habits yang berjudul Seven Habits of Highly Effective Families ??

Putu belajar komputer

Kami menyadari bahwa waktu kami dengan anak anak semakin berkurang sekarang ini, dan efektifitas interaksi kami dengan anak anak perlu kami tinjau ulang kembali. Seperti misalnya, mengajar anak sepulang bekerja, benar benar tidak bagus ( demikian juga saya baca di salah satu artikel ), stress kerja membuat kami tidak efektif dalam mengajar anak. Dan banyak lagi hal hal lainnya yang perlu kami perbaiki di tahun 2006 ini. Sebentar lagi si sulung akan menginjak SD, dan disadari atau tidak, sebuah rencana matang perlu kami persiapkan.

Hm ini seharusnya masuk dalam resolusi saya di tahun 2006 ini. Resolusi tahun 2006, mungkin akan saya post selanjutnya.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah blog di wordpress.com. Oke saya awali tahun 2006 dengan membuka lembaran baru di wordpress.com. Semoga saya bisa terus menulis di blog ini. Saya namakan FILE BOX, terinspirasi oleh sebuah box file di meja kerja saya.