You are currently browsing the category archive for the 'peristiwa' category.

Baru bisa nulis sekarang *kalo saya selalu menunggu biar ada koneksi untuk posting*, beberapa rekan mungkin ada yang langsung posting sekembali dari acara tersebut, saya sih tidak sempat, berhubung sekembali dari menghadiri launching BBC, ternyata si sulung demam dan jam 3 pagi baru bisa turun dan lelap tidur. Sekali lagi selamat buat komunitas blogger Bali yang kemaren meluncurkan secara resmi, BBC ( Bali Blogger Community ) di Popo Danes Art Veranda.

Secara umum acaranya keren, santai dan serious, pesertanya dari beragam profesi, dari jurnalis,pakar IT, pengusaha, ibu rumah tangga, mahasisswa, dokter, PNS hingga anggota Polri, keren deh BBC Bali ‘ pul color’. Saya sendiri juga baru di BBC , jadi senang banget ketemu rekan rekan, meski secara umum, semua agak ‘akward’ kopi darat pertama kali, apalagi saya hehehe.

Bagi saya acara launching BBC kemaren yang membuat saya bertemu kembali dengan teman se almamater saya di trisma dulu, si ‘chimenk’, Samsul yang dari dulu masih saja tetap saja ‘mungil’, ternyata, pendekar sakerah dari bali timur ini menekuni kartun lewat situs cartoonesia.com nya, selamat buat lo sul.

Sekali lagi salut buat panitia, dan selamat buat para blogger Bali, kapan kapan ngumpul lagi ya dan ada ‘be gerang dan plecingnya’ *lapar selalu*

‘Konden tawange wa’, (belum diketahui pasti,paman), jawab saya, ketika paman saya menanyakan perihal adanya berita ledakan keras di sebuah garasi perusahaan travel di Denpasar.

Ada yang tahu pasti ?

Sebenarnya tulisan ini hendak ditulis hari Mingguu lalu ketika pertama kali terdengar khabar berpulangnya mantan presiden RI ke dua; Pak Harto. Waktu itu baru saja habis nyuci ketika anak saya yang biasanya nyanggongi seri ‘Bolang dan ‘ Laptop si Unyil’ memberi khabar kalau pak Harto sudah meninggal, mungkin dia merasa terganggu “koq semua siaran TV ada siaran Pak Harto ?”. Namun hari itu saya benar benar terisolasi dari Internet, jadi urung mempostingnya, maklum lah.

Sang Jendral sudah berpulang, saya turut berduka cita. Sang Jendral yang pernah berhasil membawa negeri ini berswasembada pangan di tahun 80-an, sang jendral yang bercita cita membawa bangsa ini tinggal landas dalam pembangunan melalui berbagai tahapan ‘repelita’ dalam “Kabinet Pembangunan” nya itu.Sang Jendral yang namanya selalu tertanam di otak saya sejak SD sampai SMA sebagai Presiden Indonesia.

Sang Jendral yang tak lepas dari kontroversi kepemimpinannya selama 32 tahun tersebut akhirnya harus menghadap ‘Sang Asal dari Segalanya’, meninggalkan kasus hukum dan berbagai persoalan pelik yang mewarnai perjalanan Sang Jendral menjadi seorang pemimpin negara besar. Sang Jendral memang penuh kharisma, doa dan kritik mewarnai perjalanan akhirnya ke liang lahat. Berita sampai hari ini pun masih didominasi oleh berpulangnya Sang Jendral, dari kilas balik hingga otobiografi, dari jasa -jasa hingga dosa-dosa, dari nasehat dan imbauan hingga harapan-harapan.

Istirahatlah wahai Sang Jendral,

Om Swastiastu

Pajeng Kuning

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
23 Januari 2008 - 2 Februari 2008

Om Shanti Shanti Shanti Om

Rusuh lagi, rusuh lagi. Si komo lewat sambil nyanyi. Liga sepakbola sekali lagi diwarnai oleh gelora fanatisme pendukung suatu tim. ‘Ah itu khan biasa’, kata teman saya. Justru itu biasa berkwadrat kwadrat menjadi luar biasa khan ?.

Siapa yang nonton Persiwa vs Arema kemaren ?, bisa komentar gak ? hehehehe. Dengan harapan dapet nonton pertandingan yang berkwalitas, yang katanya pengamanannya sampai berlipat lipat untuk antisipai, eh kebagian juga itu pembantu wasit kena bogem salah satu Aremania. Jadi yang saya tonton kemaren adalah dukungan supporter yang berkwalitas hehehe. Terus terang saja, salah satu alasan saya terus kalah rebutan channel tipi sama istri ya karena saya di argue sama istri , ’sepak bola macam gitu di tonton’, mending nonton madam Ivan Gunawan, lebih mending dengerin ocehan tak karuan para presenter dan komentator itu katanya, beuhh ……

Hmm, ini kah sebuah seri kebobrokan liga sepak bola negeri tercinta ?, weeeewwww, kalo iya tak akan pernah maju sepak bola kita. Pandangan seorang Aremania ini mungkin bisa membuka beberapa rahasia aji-ajian liga sepak bola indonesia.

Kalo suka bakar bakaran kaya gini, mending pake bola dari sabut kelapa isi minyak tanah trus dibakar, kaya iklan ExtraJoss versi Christian Ronaldo itu, trus pake nama Fire League  alias Liga bakar bakaran .

Liga Indonesia ?? ughh.. speechless

Merdeka ,

Sekarang khan lagi marak tentang temuan Lagu Indonesia Raya lengkap yang katanya ditemukan oleh pakar telematika kita Roy Suryo itu. Saya jadi heran sendiri, jadi sekalian saya posting post ini , yang sebenarnya saya set agar di posting otomatis tangal 17 Agustus nanti. Posting lagu ini saya buat tanggal 16 April 2007 lalu ( jelas tanpa ada embel embel tentang heboh lagu Indonesia Raya ini ), berhubung sejak jumat lalu saya tidak ada koneksi internet sekarang saja baru saya bisa posting, padahal sejak berita heboh (katanya) ini ada , tangan ini sudah gatal saja ingin mempostingnya.

Sebagai informasi, lagu Indonesia Raya ini saya rekam dari video yang saya dapat di youtube menggunakan Audacity. File di Youtube sendiri di posting tertanggal 19 Desember 2006. Jadi saya hanya bingung saja, kenapa baru sekarang hal ini menjadi gembar gembor, bahkan pagi ini radio Australia siaran Bahasa Indonesia pun memberitakan hal yang sama. Terlepas dari apakah pakar kita itu melakukan riset dan pencarian sampai ke Belanda atau tidak, namun file Youtube sudah ada sejak Desember 2006. Jadi apa betul ini merupakan temuan baru ? ataukah penemuan terhadap penemuan orang lain ?, entahlah. Terlalu banyak sensasi di negeri ini.

Berikut video nya :

Dan berikut lagunya saja yang saya rekam :

Merdeka !!! Dirgahayu Indonesiaku ….

NB: Seperti biasa, Baru buka RSS reader saya, di Blogosfer Indonesia berita Om Roy kita ini lagi hangat hangatnya, salah satunya yang cukup memberikan gambaran adalah posting oleh Om Eko Juniarto ini. Hihi temuan baru, yang bukan baru ..

Update: Sandynata mengupas beberapa blog yang membahas tentang topik ini

Maaf, postingan saya sekarang tentang Piala Asia lagi, maklum lagi rindu dengan kiprah sepak bola Indonesia di dunia Internasional.

Meski kalah 2-1 dari Arab Saudi, sebagaimana SBY bangga atas penampilan anak anak Merah Putih, saya pun turut bangga, mereka bermain ngotot. Sebuah hal yang harus dilakukan jika menghadapi tim tim yang beberapa tingkat di atas kita. Lupakan saja peran seorang Badwawi yang suka mengumbar kartu kuning, fokuskan pada strategi menghadapi Korea Selatan.

Nah, di Grup D persaingan semakin ketat, kemarin Korea Selatan secara mengejutkan di libas Bahrain 2-1, menjadikan prediksi tim tim mana saja yang akan maju ke babak berikutnya menjadi semakin menarik. Korea Selatan sementara menjadi juru kunci di klasemen sementara Grup D.

Tanggal 18 Juli ini, Indonesia akan menghadapi Korea Selatan, Ayo kita bisa !!

Black Out

Lucu dan memalukan, itulah kesan saya ketika menonton pertandingan Piala Asia, kemarin malam ketika Korea Selatan bertanding melawan Arab Saudi.

Bagaimana tidak, ketika permainan lagi seru serunya setelah Arab Saudi berhasil menyamakan kedudukan, dan saya waktu itu berharap pertandingan akan lebih menarik karena pastilah Korea Selatan akan lebih giat melakukan serangan guna meraih kemenangan, eh tiba tiba sebagian lampu stadion mati. Bah.

SekJen PSSI Pak Nugraha Besoes diberitakan menyatakan bahwa peristiwa mati lampu tersebut adalah Force Majeure. Duh, pak, hal ini adalah kesiapan dasar yang mesti disiapkan jauh jauh hari. Maskipun aturan dunia internasional yang mengamini kalau ada peristiwa mati lampu dan ada prosedur standar penanganannya, namun mengingat ini adalah even internasional, apakah antisipasi yang lebih dari biasanya tidak ada ?. Ayolah.

Masa sih, generator mesti memakan waktu 15 menitan untuk mengcover ? tidak ada relay otomatisnya ?, apa masih pake engkol ? *hehe*. Terlepas dari segala persiapan yang telah dilakukan, tetap saja ini menjadi catatan tersendiri bagi PSSI dalam menggelar even-even internasional selanjutnya. Yang dipertaruhkan adalah bangsa ini. Dan yang membikin saya tersenyum adalah, lampu mati terjadi setelah sebelumnya ketika pada saat jeda pertandingan antara Korea Selatan dan Arab Saudi, Pak Nurdin Halid dan Pak Nugraha Besoes menerima penghargaan dari AFC atas dedikasinya di dunia sepak bola. Emang tidak ada hubungannya, tapi ya itu tadi, lucu.

Okelah mati lampu sekali, yang penting sabtu ini Indonesia bisa menang lawan Arab Saudi. Bisa ?, harus. Bravo Sepak Bola Indonesia. Cuman, menangnya jangan dengan mematikan lampu ya ? *hehe*

Image taken from wap

  1. Desember 2006 : KM Senopati Nusantara tenggelam di perairan Mandalika
  2. Januari 2007 : Pesawat Adam Air KI-547 hilang di laut Sulawesi dan penyebabnya belum pasti hingga sekarang
  3. Februari 2007 : KM Levina 1, terbakar di tengah laut dan akhirnya tenggelam ketika di periksa
  4. Maret 2007 : Garuda G-200 PK-GZC terbakar setelah mendarat di Yogyakarta

Semoga bulan bulan kedepan, tidak ada lagi.

Meski sekarang hari ibu, saya yakin Ibu saya dikampung sudah sejak pagi pagi sekali mempersiapkan dagangannya untuk dijajakan dipasar dipetakan 1×1 meter favoritnya, kesibukan yang beliau rasakan membuatnya bahagia untuk membesarkan anak anak dan membantu ekonomi keluarga.

Ibu aku tidak tahu bagaimana aku bisa membalas segala kasih sayang ibu selama ini … doa kami, anak anakmu selalu menyertaimu.

Teruntuk,

Ibu,Ibu Mertua dan istri tercinta,

Selamat Hari Ibu ….

Musim hujan telah tiba, sejak Hari Raya Kuningan, tanggal 9 Desember lalu, hujan sudah mulai mengguyur bumi Bali. Sejak akhir Nopember lalu, sudah banyak terlihat mendung yang malu malu untuk jatuh. Sejak Nopember pula terlihat sabetan lampu lampu laser pengusir hujan di beberapa hotel maupun venue venue event besar. Teknologi dan supranatural terlibat, demi mensukseskan sebuah acara besar, pawang hujan dan laser saling bahu membahu. Yang tersiksa adalah kami yang tinggal didekat daerah seperti GWK atau daerah yang biasa menjadi tempat berlangsungnya acara besar. Mengharapkan hujan dengan harapan gerah akibat hawa panas menjadi berkurang, apa daya, hujan keburu terusir oleh laser dan di tambah dentuman musik ditengah malam membuat sebagaian besar kualitas tidur berkurang.

Namun belakangan ini, hujan sudah mulai deras, rerumputan mulai terlihat menghijau disepanjang jalan Uluwatu, ranting pohon gamal, khas daerah Bukit Ungasan sudah mulia menampakkan pucuk -pucuk daun, sekarang sudah jarang tidur telanjang dada dan tidur dilantai untuk menyerap hawa dingin lantai, sudah berkurang teknik teknik pantul sana pantul sini arah kipas angin sewaktu tidur agar tidak masuk angin.

Masyarakat Jakarta khawatir dengan banjir tahunan, kaKekhawatiran saya justru terhadap kantor, ruang server saya sangat rentan terhadap bocor. Dua tahun lalu, hampir saja server utama kena air hujan, untungnya air jatuh cuma 5 centimeter dari sisi server dan kudos untuk kaki kaki tower si Proliant yang cukup tinggi yang meyelamatkan si server dari air. Rencana pindah ruangan masih menghadapi kendala. Setelah dicek ternyata ruang server saya diatasnya terdapat pertemuan dua atap berbeda yang dipasangi talang air, ketika talang atau saluran air ini tidak mampu menampung volume air yang besar akibat curah hujan yang terlalu besar maka terjadilah kebocoran akibat luapan air tersebut. Sementara ini beberapa pelindung diatas plafon sudah terpasang, namun tetap rasa was was menghantui.

Selamat datang hujan…

Akhirnya bisa ngeblog lagi. Setelah bulan september dipenuhi dengan segala persiapan migrasi system, dari mulai persiapan infrastruktur jaringan, training, sampai dengan persiapan prosedur migrasi, akhirnya bisa liat liat blog lagi.

Kerja rodi baru saja berlalu dimana migrasi dilakukan kemarin malam agar hari ini sudah beroperasi pada lingkungan kerja system yang baru. Saya hitung hitung uptime saya sejak bangun pagi pada pukul 6 pagi tanggal 30 September kemarin sampai saat blog ini ditulis, saya hanya sempat tidur 3,5 jam saja. Tadi pagi tidur sekitar 1 jam sembari menunggu anak-anak memverifikasi semua hard copy dokumen pendukung, dan tadi siang sempat tidur siang sekitar 2 jam.

Semoga nanti masih bisa nulis banyak lagi, sekarang tinggal memastikan proses migrasi berjalan sesuai harapan dan berbagai pekerjaan lainnya.

Tidak tahu ada hubungannya apa tidak ( pasti tidak ), pada saat saya tidak sempat menonton karena pilek dan harus istirahat.( hasil nonton piala dunia nih ), Jerman akhirnya takluk oleh Italia. Justru kemenangan ini terjadi pada saat perpanjangan waktu. Tragis.

Si gaek, bintang iklan minuman Extra Jos terdahulu ( medio piala dunia 2002 ) Del Piero justru mampu melengkapi kemenangan Italia menjadi 2:0. Pada pilaa dunia 2002 Jerman terhempas di babak final oleh Brazil, kini Jerman terpuruk di semi final. Sekali lagi tragis.

Pada pertandingan ini saya memang agak meragukan ke perkasaan anak anak Panser ini. Melihat kinerja mereka pada saat melawan Argentina, dimana argentina mampu bermain bagus, mesti belum beruntung.

Semoga Jerman bermain bagus di Afrika Selatan 4 tahun lagi.

Viva Jerman. Tragis ….

Seolah tak lelah negeri ini di rundung malang, Sabtu pagi tgl 27 Mei 2006, Jogjakarta dan sekitarnya di guncang gempa. Sampai saat ini sudah ribuan orang dikhabarkan tewas, terutama terbanyak dari daerah Bantul. Tidak saya sangka, dimana perkiraan bahwa Merapi-lah yang akan menggeliat , ternyata justru kulit bumi yang menggeliat menghentak di tengah pagi. Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara saudara kita di Jogkakarta.

Om swargantu, moksantu, sunyantu, murcantu
Om Ksama sampurnaya namah swaha

Adik saya yang kebetulan menimba ilmu di Jogja, sukurlah selamat, meski tempat kost-kostannya rusak parah dan dia mengungsi sampai ke Sumedang, Jateng di tempat temannya. Sebelumnya untuk mendapatkan khabar sangat sulit karena semua saluran komunikasi telepon benar benar jammed, semuanya sibuk. Sabtu malam sekitar jam 11 malam barulah saya berhasil menghubungi adik saya.

Kemarin saya seperti biasa berangkat ke kantor jam 8:15 , kali ini saya bawa bekas motor nya adik ipar saya, berhubung motor saya dibawa istri untuk mengantar anak ke acara sekolah. Tanpa ada firasat apapun, saya meluncur dengan motor itu dengan penuh percaya diri. Sebelumnya motor itu diperbaiki karena ada masalah pengapian, alhasil CDI diganti. Seperti biasa ada saja rentetan masalah yang katanya kena, kali ini katanya spul-nya , trus motornya mesti ditinggal berhubung orderan banyak, akhirnya waktu itu motor itu di servis, ganti oli, ganti cdi, busi. Buset dah …

Belum genap dua kilo motor itu jalan, rasanya mulai aneh, di mesinnya seperti mesin panas trus akhirnya mati. Saya coba hidupkan, bisa, namun setelah beberapa saat mati lagi. Coba didiamkan beberapa saat, dihidupkan bisa, bisa jalan 10 meter trus mati lagi. Walah . Akhirnya saya putuskan dorong ke bengkel terdekat. Setelah mendorong sekitar 1 kilometer dengan berpeluh karena memakai helm,jaket dan beban sebuah tas gendong akhirnya saya sampai di bengkel terdekat. Saya sampaikan riwayat motor dan kerusakan yang saya alami. Dia test pengapian, ok tidak ada masalah. Trus saya suruh dia cek oli, karena tadi suara mesinnya seperti mesin kepanasan. Ternyata benar .. tidak ada oli nya .. tepatnya tinggal kurang lebih 50 mili yang tersisa. Wah saya sudah mulai punya perasaan gak enak nih. Saya pasti di bohongin sama bengkel yang mengganti CDI itu…. pikir saya. Si montir bilang mungkin olinya habis karena pembakaran yang gak bagus sehingga oli banyak terbuang sebagai asap knalpot, atau bisa juga bocor. Saya ingat ingat motor ini tidak pernah dibawa kemana mana sejak di servis, terus tidak ada bekas ceceran oli di garasi dan juga asap knalpot biasa biasa saja, tidak berbau aneh dan tidak kelihatan seperti halnya pembakaran karena oli. Akhirnya setelah ganti oli, si montir mencoba menghidupkan motor saya dan dia memastikan memang masalahnya karena oli habis saja, dan pembakarannya memang tidak masalah, dia nyaranin kalau dalam seminggu ada masalah disuruh bawa ke bengkel itu untuk di cek lagi. Dia mencoba membesarkan hati saya dengan mengatakan mungkin saja bengkel tempat saya ganti CDI itu lupa ngisi olinya. Mungkin bodohnya saya juga terlalu percaya buat ninggalin motor buat di servis dan ganti oli. Dan memang saya tidak pernah servis di bengkel pinggir jalan kaya gitu sebelumnya, tetapi karena waktu itu perlu penting dan motornya sudah mogok jalan ya akhirnya mau tidak mau servis di pinngir jalan kaya gitu.

Saya beranikan terus jalan dengan motor itu kekantor, meskipun dengan perasaan was was takut mati lagi. Akibat masalah oli, saya jadi telat ngator sekitar 30 menit. Sesampai dikantor saya telepon istri saya untuk cek ulang dirumah apakah ada tetesan oli di garasi untuk memastikan bahwa permasalahanya adalah si bengkel sialan yang lupa ngisi oli , atau mungkin disengaja.. ah tidak taulah. Belakangan saya tahu kalau istri saya akhirnya komplen berat ke bengkel itu dan dapat ganti rugi 25 rebu perak.

Ketika pulang kantor saya periksa lagi jika ada ceceran oli dari motor saya di lantai parkir, tidak ada, Ini menambah keyakinan saya kalo tidak ada kebocoran oli. Saya akhirnya selamat tiba dirumah kembali.

Perlu di cermati, bahwa kedepan motor ini mesti di cek ulang lagi, saya tidak percaya dengan hasil oprekan bengkel sialan itu.

Sebuah pengalaman terburuk saya berurusan dengan bengkel pinggir jalan.