Siapa sangka si bahan makanan yang identik dengan rakyat kecil (meski dunia mengakui tingginya kandungan protein didalamnya) tersebut bisa menggebrak di awal tahun 2008 ini menyaingi kritisnya si The Smiling General. Mantan presiden RI yang kedua tersebut kritis, harga kedelai juga ikut kritis alias melonjak naik. Akibatnya, tahu dan tempe jarang di pasaran, kalaupun ada harganya sudah tidak normal serta ukurannya sudah mengecil, sebagai usaha pengusaha untuk memangkas kerugian.
Harga kedelai yang sudah pernah naik turun sejak awal 2007 (alias “ancog-ancog”) ini, sejak akhir tahun 2007 hingga sekang ini dikhabarkan sudah melewati batas kewajaran. Sehingga tak salah para pengusaha tahu/tempe yang sebagaian besar adalah usaha kecil menengah kebawah akhirnya melabrak ke istana negar meminta intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga kedelai.
Yang saya heran khan, koq di negeri ini rakyat yang sudah miskin semakin di miskinkan lagi oleh mekanisme pengelolaan dan pengendalian kebutuhan pokok oleh pemerintah yang tidak saya mengerti bagaimana bisa sampai terjadi seperti ini. Apakah ini karena sektor pertanian cuma di “towel-towel” saja oleh pemerintah ?, sistem distribusi yang dikuasai para kartel ? hmm apa sih yang serius ditangani di negara ini ? korupsi ?? …
Sekarang di kantin juga sudah jarang ada tempe, tahu sih ada, cuma sekarang jadi mikir,jangan jangan tahunya diformalin, makanya saya menghindari tahu. Lagian tahu itu enaknya cuma kalau baru habis digoreng/dimasak, panas panas, kalo tempe kapanpun tetap enak ( asal masaknya yang benar ), juga banyak variasi olahannya yang bisa dibuat dari tempe. Tempe ku malang, semakin jauh saja dikau ..
Oh ya yang jelas, negeri ini terlalu sibuk ngurusin demokrasi, kalau pilkada, baku hantam pun dilakoni .. kekeke
(Gambar diambil dari daunpisang.blogsome.com )







5 comments
Comments feed for this article
January 18, 2008 at 8:48 pm
nyoman abud
liat skrinsyutnya jadi laper neh
January 18, 2008 at 11:14 pm
devari
mungkin bangsa kita nanti perlu import tempe dari Malaysia
January 19, 2008 at 12:53 pm
maxbreaker
Pemerintah emang suck!
Mana realisasi dr pasal 34 UUD 45?
Kalo aja tiap anggota DPR mnyisihkan penghasilanny yg kebanykan ntu 1 juta aj buat rakyat kecil,pasti mendingan dh!
January 20, 2008 at 2:55 pm
aRya
sekarang tempe bukan mkn kacanagn lagi (mknn orang miskin)
tapi sekarang tempe tahu sudah berkelas
buset dah
nasib saia pegimana ney
February 6, 2008 at 12:07 pm
Rama
Saya sebagai pecinta tempe dan tahu paling benci situasi ini, tempe dan tahu sekarang tipis-tipis.