Saya hanya bisa mengusap dada, sumber inpirasi dan pengetahuan global sudah menjauh dari bumi Indonesia.

Banyak video video inpiratif semacam video nya si Steve Job, Bill Gates dll dan materi kuliah yang bisa diakses di ‘yutub ‘, kini orang orang yang biasa memanfaatkannya mesti gigit jari. Satu sisi, masalah filem heboh ini saya rasa terlalu dibesar besarkan, user saya saja yang sebelumnya tidak tahu apa apa, jadi kepingin liat film itu. Duh, bayangkan dari sebelumnya mereka tidak tahu, namun setelah melihat berita di TV, jadi ingin tahu seberapa heboh film itu ?. Memecahkan masalah dengan tidak ‘elegan’ beginilah jadinya, semuanya terburu-buru, tiada analisis terhadap dampak yang akan di timbulkan.

Dari dulu Internet itu memang pisau yang bermata dua, pintar pintarnya pengguna saja dalam memanfaatkannya. Tugas pemerintah dan masyarakat yang melakukan kontrol penggunaannya, bukan menjauhkan masyarakat diri darinya. Saya acung jempol atas inisiatif pemerintah memblokir situs-situs porno, kalau memblokir youtube ?, duh ….

-

Masih ingat tiga suku kata tersebut ? ‘ Bali Love Peace’, ada orang bilang, itu adalah mempunyai makna bahwa Bali,Cinta dan Perdamaian adalah suatu kombinasi yang sangat manis, disisi lain menyiratkan bahwa Bali itu sendiri cinta damai.

Berawal dari peristiwa 12 Oktober 2002, Bali menyadari bahwa kedamaian adalah suatu hal yang penuh ancaman, tidak semua orang cinta damai karena damai di persepsi setiap orang bisa jauh berbeda dengan yang lain.

Di filsafat Hindu kita mengenal ‘Tat Twam Asi’, yang bermakna, ‘itu adalah kamu, dia adalah aku, aku adalah kamu …..’, sebuah filsafat yang bersifat paradoks yang memaknai bahwa setiap manusia adalah saling bersaudara, adalah teman, adalah satu asal, insan ciptaan-Nya. Ada Tri Hita Karana yang menyiratkan keseimbangan hubungan yang harmonis dengan Nya, dengan sesama serta dengan lingkungan adalah dasar untuk mencapai kedamaian dan keharmonisan. Sebuah filsafat yang yang kalo diterapkan semua orang akan menjadi landasan kuat membangun perdamaian di muka bumi ini.

Namun apa daya, gaung ‘Bali Love Peace’ seolah tertelan gaung demokrasi yang menggelora, demokratisasi yang terkontaminasi oleh berbagai hal dalam dilema kepentingan politik dan kekuasaan.

‘BALI LOVE PEACE’ ……

Baru bisa nulis sekarang *kalo saya selalu menunggu biar ada koneksi untuk posting*, beberapa rekan mungkin ada yang langsung posting sekembali dari acara tersebut, saya sih tidak sempat, berhubung sekembali dari menghadiri launching BBC, ternyata si sulung demam dan jam 3 pagi baru bisa turun dan lelap tidur. Sekali lagi selamat buat komunitas blogger Bali yang kemaren meluncurkan secara resmi, BBC ( Bali Blogger Community ) di Popo Danes Art Veranda.

Secara umum acaranya keren, santai dan serious, pesertanya dari beragam profesi, dari jurnalis,pakar IT, pengusaha, ibu rumah tangga, mahasisswa, dokter, PNS hingga anggota Polri, keren deh BBC Bali ‘ pul color’. Saya sendiri juga baru di BBC , jadi senang banget ketemu rekan rekan, meski secara umum, semua agak ‘akward’ kopi darat pertama kali, apalagi saya hehehe.

Bagi saya acara launching BBC kemaren yang membuat saya bertemu kembali dengan teman se almamater saya di trisma dulu, si ‘chimenk’, Samsul yang dari dulu masih saja tetap saja ‘mungil’, ternyata, pendekar sakerah dari bali timur ini menekuni kartun lewat situs cartoonesia.com nya, selamat buat lo sul.

Sekali lagi salut buat panitia, dan selamat buat para blogger Bali, kapan kapan ngumpul lagi ya dan ada ‘be gerang dan plecingnya’ *lapar selalu*

‘Konden tawange wa’, (belum diketahui pasti,paman), jawab saya, ketika paman saya menanyakan perihal adanya berita ledakan keras di sebuah garasi perusahaan travel di Denpasar.

Ada yang tahu pasti ?

Sebenarnya tulisan ini hendak ditulis hari Mingguu lalu ketika pertama kali terdengar khabar berpulangnya mantan presiden RI ke dua; Pak Harto. Waktu itu baru saja habis nyuci ketika anak saya yang biasanya nyanggongi seri ‘Bolang dan ‘ Laptop si Unyil’ memberi khabar kalau pak Harto sudah meninggal, mungkin dia merasa terganggu “koq semua siaran TV ada siaran Pak Harto ?”. Namun hari itu saya benar benar terisolasi dari Internet, jadi urung mempostingnya, maklum lah.

Sang Jendral sudah berpulang, saya turut berduka cita. Sang Jendral yang pernah berhasil membawa negeri ini berswasembada pangan di tahun 80-an, sang jendral yang bercita cita membawa bangsa ini tinggal landas dalam pembangunan melalui berbagai tahapan ‘repelita’ dalam “Kabinet Pembangunan” nya itu.Sang Jendral yang namanya selalu tertanam di otak saya sejak SD sampai SMA sebagai Presiden Indonesia.

Sang Jendral yang tak lepas dari kontroversi kepemimpinannya selama 32 tahun tersebut akhirnya harus menghadap ‘Sang Asal dari Segalanya’, meninggalkan kasus hukum dan berbagai persoalan pelik yang mewarnai perjalanan Sang Jendral menjadi seorang pemimpin negara besar. Sang Jendral memang penuh kharisma, doa dan kritik mewarnai perjalanan akhirnya ke liang lahat. Berita sampai hari ini pun masih didominasi oleh berpulangnya Sang Jendral, dari kilas balik hingga otobiografi, dari jasa -jasa hingga dosa-dosa, dari nasehat dan imbauan hingga harapan-harapan.

Istirahatlah wahai Sang Jendral,

Om Swastiastu

Pajeng Kuning

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
23 Januari 2008 - 2 Februari 2008

Om Shanti Shanti Shanti Om

Siapa sangka si bahan makanan yang identik dengan rakyat kecil (meski dunia mengakui tingginya kandungan protein didalamnya) tersebut bisa menggebrak di awal tahun 2008 ini menyaingi kritisnya si The Smiling General. Mantan presiden RI yang kedua tersebut kritis, harga kedelai juga ikut kritis alias melonjak naik. Akibatnya, tahu dan tempe jarang di pasaran, kalaupun  ada harganya sudah tidak normal serta ukurannya sudah mengecil, sebagai usaha pengusaha untuk memangkas kerugian.

Harga kedelai yang sudah pernah naik turun sejak awal 2007 (alias “ancog-ancog”) ini, sejak akhir tahun 2007 hingga sekang ini dikhabarkan sudah melewati batas kewajaran. Sehingga tak salah para pengusaha tahu/tempe yang sebagaian besar adalah usaha kecil menengah kebawah akhirnya melabrak ke istana negar meminta intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga kedelai.

Yang saya heran khan, koq di negeri ini rakyat yang sudah miskin semakin di miskinkan lagi oleh mekanisme pengelolaan dan pengendalian kebutuhan pokok oleh pemerintah yang tidak saya mengerti bagaimana bisa sampai terjadi seperti ini. Apakah ini karena sektor pertanian cuma di “towel-towel” saja oleh pemerintah ?, sistem distribusi yang dikuasai para kartel ?  hmm apa sih yang serius  ditangani di negara ini ?  korupsi ?? …

Sekarang di kantin juga sudah jarang ada tempe, tahu sih ada, cuma sekarang jadi mikir,jangan jangan tahunya diformalin, makanya saya menghindari tahu. Lagian tahu itu enaknya cuma kalau baru habis digoreng/dimasak, panas panas, kalo tempe kapanpun tetap enak ( asal masaknya yang benar ), juga banyak variasi olahannya yang bisa dibuat dari tempe. Tempe ku malang, semakin jauh saja dikau ..

Oh ya yang jelas, negeri ini terlalu sibuk ngurusin demokrasi, kalau pilkada, baku hantam pun dilakoni .. kekeke

(Gambar diambil dari daunpisang.blogsome.com )

Rusuh lagi, rusuh lagi. Si komo lewat sambil nyanyi. Liga sepakbola sekali lagi diwarnai oleh gelora fanatisme pendukung suatu tim. ‘Ah itu khan biasa’, kata teman saya. Justru itu biasa berkwadrat kwadrat menjadi luar biasa khan ?.

Siapa yang nonton Persiwa vs Arema kemaren ?, bisa komentar gak ? hehehehe. Dengan harapan dapet nonton pertandingan yang berkwalitas, yang katanya pengamanannya sampai berlipat lipat untuk antisipai, eh kebagian juga itu pembantu wasit kena bogem salah satu Aremania. Jadi yang saya tonton kemaren adalah dukungan supporter yang berkwalitas hehehe. Terus terang saja, salah satu alasan saya terus kalah rebutan channel tipi sama istri ya karena saya di argue sama istri , ’sepak bola macam gitu di tonton’, mending nonton madam Ivan Gunawan, lebih mending dengerin ocehan tak karuan para presenter dan komentator itu katanya, beuhh ……

Hmm, ini kah sebuah seri kebobrokan liga sepak bola negeri tercinta ?, weeeewwww, kalo iya tak akan pernah maju sepak bola kita. Pandangan seorang Aremania ini mungkin bisa membuka beberapa rahasia aji-ajian liga sepak bola indonesia.

Kalo suka bakar bakaran kaya gini, mending pake bola dari sabut kelapa isi minyak tanah trus dibakar, kaya iklan ExtraJoss versi Christian Ronaldo itu, trus pake nama Fire League  alias Liga bakar bakaran .

Liga Indonesia ?? ughh.. speechless

Saya termasuk orang yang tidak pernah memperingati pergantian tahun dengan hingar bingar dan perayaan, teman teman menyebut saya tipe ‘rumahan’, ogah plesiran kalau memang sudah berada dirumah. Rumah memang tempat yang paling nyaman menurut saya, tidur paling nyenyak ya dirumah, apalagi ada anak-anak, dan ehm …. ada istri tentunya.

Pergantian tahun baru sering berlalu begitu saja bagi saya, hampir tiada beda seperti pergantian hari hari biasa, hanya ritual mengganti kalender saja yang menambah suasana keesokan harinya. Sewaktu kuliah dulu paling paling juga malam tahun baru pulang kampung, atau keesokan harinya diajak teman teman mancing. Ahh.. jadi rindu sama memancing.

Setiap tahunnya perayaan tahun baru selalu hingar bingar, penuh hentakan musik, dan perayaan. Dari pojokan tempat nongkrong anak muda sampai bekas posko-posko partai politik dan pos kamling disulap menjadi arena pesta kecil oleh para anak muda.Kembang api, terompet, konvoi kendararan bermotor …. wah ramai deh.

Sejak 10 tahun lalu, ritual saya berubah. Tidak diperingati dikampung lagi, tapi di tempat ‘mekuli’. Sebuah kewajiban kerja mengharuskan saya menghabiskan malam tahun baru di tempat kerja. Jadi malam tahun baru saya selalu habiskan di tempat kerja, melewati malam tahun baru dengan beban kerja. Syukurkah ada pergantian tahun baru yang selalu saya peringati, yaitu Tahun baru Saka, setiap Hari Raya Nyepi. Disaat itulah saya bisa intropeksi dan merenung, mungkin karena suasana yang sepi dan khusuk menambah daya pikir kita saat itu.

Selamat tinggal tahun 2007,
Semoga Tahun 2008 menjadi tahun yang lebih baik bagi bangsa ini ……

SELAMAT TAHUN BARU 2008
 

Hujan sudah mulai membasahi bumi setelah sekian lama rasanya terpanggang oleh panasnya terik matahari.Didaerah saya, daerah Kuta selatan, mulai kemarin hujan sudah mulai menunjukkan intensitas yang lebih tinggi dari biasanya. Dari malam kemarin sampai tulisan ini di upload, hujan masih terus mengguyur.

Beberapa hal selalu mewarnai ketika musim hujan telah tiba, jalanan  banjir, motor-motor yang macet karena nekat menerobos banjir, dan proyek-proyek pemerintah yang katanya ‘untuk mengantisipasi musim hujan’ . Sudah menjadi rutinitas atau kebiasaan pemerintah kita (baik desa, kota , atau yang lebih tinggi lagi), melakukan perbaikan ketika hari ‘H’ telah tiba. Contoh perbaikan gorong-gorong atau got di pinggir jalan , perbaikan jalan yang rusak, dan lain lain. Didaerah saya, saat ini sedang berlangsung perbaikan badan jalan sekitar 400 meter. Perbaikannya meliputi perbaikan gorong-gorong atau got dan pengaspalan kembali badan jalan yang rusak parah. Sebetulnya jalan yang diperbaiki ini sudah bukan barang baru, hampir satu tahun jalan tersebut rusak parah, bahkan sempat dimuat dikoran, dan sempat menjadi polemik di masyarakat bagaimana lambannya pihak yang berwenang bertindak. Dulu pernah beberapa kali spanduk bernada protes dan kritik terhadap pihak berwenang menghiasi wilayah sepanjang 400 meter tersebut. Spanduk spanduk kreatif tersebut, menyuarakan keprihatinan mereka terhadap debu sebagai hasil sampingan batu limestone yang dipakai menimbun badan jalan yang rusak tersebut, diantarannya berbunyi “Selamat Hari Raya Nyepi, Suci dalam Debu “, “Debu 3X, Mau?”, dan lain lain. Namun dalam catatan saya, spanduk spanduk tersebut tidak bertahan lebih dari 2 hari, karena ada pihak pihak yang merasa risih dan menurunkan spanduk spanduk tersebut.

Kini, proyek pengerjaan perbaikan badan jalan tersebut sedang berlangsung, hal yang dinanti nantikan oleh masyarakat sejak dulu. Tapi pertanyaan saya kenapa mesti baru sekarang ?, kenapa setelah jalan yang rusak itu menelan beberapa korban lakalantas?, entah berapa orang sudah menjadi korban cidera karena melewati jalan rusak tersebut. Kenapa baru sekarang saat ketika musim hujan telah tiba ?. Kalau semestinya proyek tersebut sudah dikerjakan minimal 2 bulan yang lalu, seharusnya saat ini saya sudah bisa menggunakan jalan tersebut dengan nyaman, tanpa diganggu oleh mesin mesin berat dan kondisi jalan yang masih belum sempurna, terlebih lebih disaat musim hujan, dimana kemampuan pandangan para pengendara sedikit berkurang.

‘Ini mending Yan, dari pada tidak diperbaiki sama sekali’, kata rekan saya. Ada benarnya cuma kalo jalan itu diperbaiki sejak pertama kali dulu kerusakan pertama terjadi, dimana cuma ambrol sebagian sepanjang kira kira 20 meter akibat dilalui truk pengangkut limestone yang overload, mungkin biaya yang perlu dikeluarkan untuk perbaikan tidak semahal sekarang. Tanya kenapa ??