Terus terang belakangan ini saya benci melihat tayangan televisi, biasanya sepulang kerja saya meluangkan waktu sedikit melihat perkembangan berita nasional. Kenapa ?, entah cuma saya taukah ada yang merasakan seperti saya, sepertinya semua berita dijejali ruwet dan bertele-telenye eksekusi terhadap 3 terpidana mati.

Dibawah sadar saya, semua ini membangkitkan luka lama yang seharusnya sudah pulih. Peritiwa Bom Bali I yang meluluhlantakkan Sari Club dan Paddy’s Cafe ini begitu membekas di hati saya, ada kengerian di hati saya melihat kebiadaban manusia terhadap sesamanya kala itu, terlebih setelah melihat denga kepala sendiri di TKP. Belakangan ini kengerian itu seolah timbul dari balik perasaan saya setelah melihat media dengan begitu intensnya mengupas dari A samapi Z, dari 1 sampai 10, dari hal hal yang tidak perlu di kupas untuk sebuah rencana eksekusi mati. Kelebatan gambar gambar penuh darah, ancaman, debat kusir untuk sesuatu yang tiada yang memahaminya dengan pasti di perbincangkan dan uraian omong kosong meliputi semua media.
Read the rest of this entry »

Bukti gapteknya adalah tereksposnya jutaan data data pribadi siswa di seluruh Indonesia ke internet melalui kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang secara lalai membiarkan data dalam bentuk format .xls terekspos dan dengan gampang bisa di unduh oleh pihak tak berkepentingan. Data pribadi seperti nama lengkap dan alamat siswa dengan mudah di dapat.

Betapa tidak dunia maya Indonesia sempat tersontak ketika khabar orang dengan mudahnya bisa mengunduh data data siswa seluruh Indonesia dari Internet. File yang baru saja diupload oleh Depdiknas dengan segera terindex oleh Google. Alhasil, data data pribadi siswa seluruh Indonesia terekspos kedunia maya.

Mereka belum menyadari apa itu privacy. Semestinya maraknya penipuan lewat telepon, surat dan lain sebagainya sudah menjadi bahan pelajaran bagi jajaran yang duduk di pemerintahan bahwa ‘social engineering’ adalah salah satu cara membobol data pribadi seseorang untuk kepentingan yang tidak baik (salah satunya menipu). Dan Internet adalah gudangnya berbagai hal yang bisa di ‘social engineering’.
Read the rest of this entry »

Nusa Dua Fiesta adalah sebuah event pariwisata unggulan di Bali, dimaksudkan untuk menggairahkan kunjungan wisata ke Bali, event ini di buat untuk meramaikan atraksi dan daya tarik berkunjung ke Bali. Memang berbagai festival sangat berpengaruh dalam kepariwisataan, terutama efek exposure di media. Contohlah Thailand yang begitu kaya akan festival pariwisata, hampir setiap bulan selalu saja ada festival pariwisata meramaikan dunia pariwisata Thailand yang bisa di bilang sudah jauh di atas Indonesia, dan tentunya juga sangat informatif dan dikelola dengan sangat baik. Thailand, Malaysia dan Singapura, begitu rapih penataan sektor kepariwisataan mereka, kalau istilah di Indonesia, dari sektor hulu sampai kehilirnya saling menunjang dan mendukung karena memang mereka membentuk suatu keterkaitan demi suksesnya sektor pariwisata.


klik untuk memperbesar

Balik lagi ke Nusa Dua Fiesta (dulu disebut Festival Nusa Dua), sebuah event pariwisata 5 hari yang berisikan atraksi budaya, olahraga, musik, culinary, kegiatan sosial dan berbagai jenis eksibisi dan sudah menjadi kalender tetap setiap tahun. Namun apalah artinya sebuah festival yang meriah dengan ketiadaan informasi yang memadai tentang acara dimaksud. Dalam hal ini adalah informasi yang ditujukan bagi calon pengunjung Nusa Dua Fiesta (baik wisatawan asing maupun domestik).

Berikut adalah ketiadaan informasi yang saya maksud :
Read the rest of this entry »

Busyet deh, sepak bola ada menang TKO segala. Ya, itu mungkin cuma ada di Indonesia saja. Kurang pasti apakah karena karena kurang kerjaan ataukah memang tradisi sepak bola Indonesia, katanya Indonesia menang setelah Libya mengundurkan diri karena pelatih Libya dipukul. Edan, dan saya melongo menonton berita itu di televisi.

Setelah sebelumnya ketinggalan 0 – 1, ada aksi pemukulan wasit, Tim Libya ogah main lagi alias WO, akhirnya menang . Hip hip hurray………. gelar di Piala Kemerdekaan untuk pertama kalinya bagi Tim Indonesia , menang TKO.

Turnamen bertaraf Internasional seperti ini diwarnai insiden yang di arena sepak bola antar kampungpun jarang ditemui, yaitu pemukulan pelatih tim lawan.

Sebaiknya kalau nanti ada turnamen serupa, Indonesia jadi penonton saja deh, malu, benar benar memalukan.

Saya hanya bisa mengusap dada, sumber inpirasi dan pengetahuan global sudah menjauh dari bumi Indonesia.

Banyak video video inpiratif semacam video nya si Steve Job, Bill Gates dll dan materi kuliah yang bisa diakses di ‘yutub ‘, kini orang orang yang biasa memanfaatkannya mesti gigit jari. Satu sisi, masalah filem heboh ini saya rasa terlalu dibesar besarkan, user saya saja yang sebelumnya tidak tahu apa apa, jadi kepingin liat film itu. Duh, bayangkan dari sebelumnya mereka tidak tahu, namun setelah melihat berita di TV, jadi ingin tahu seberapa heboh film itu ?. Memecahkan masalah dengan tidak ‘elegan’ beginilah jadinya, semuanya terburu-buru, tiada analisis terhadap dampak yang akan di timbulkan.

Dari dulu Internet itu memang pisau yang bermata dua, pintar pintarnya pengguna saja dalam memanfaatkannya. Tugas pemerintah dan masyarakat yang melakukan kontrol penggunaannya, bukan menjauhkan masyarakat diri darinya. Saya acung jempol atas inisiatif pemerintah memblokir situs-situs porno, kalau memblokir youtube ?, duh ….

-
UPDATE : Youtube sudah kembali normal !!!

Masih ingat tiga suku kata tersebut ? ‘ Bali Love Peace’, ada orang bilang, itu adalah mempunyai makna bahwa Bali,Cinta dan Perdamaian adalah suatu kombinasi yang sangat manis, disisi lain menyiratkan bahwa Bali itu sendiri cinta damai.

Berawal dari peristiwa 12 Oktober 2002, Bali menyadari bahwa kedamaian adalah suatu hal yang penuh ancaman, tidak semua orang cinta damai karena damai di persepsi setiap orang bisa jauh berbeda dengan yang lain.

Di filsafat Hindu kita mengenal ‘Tat Twam Asi’, yang bermakna, ‘itu adalah kamu, dia adalah aku, aku adalah kamu …..’, sebuah filsafat yang bersifat paradoks yang memaknai bahwa setiap manusia adalah saling bersaudara, adalah teman, adalah satu asal, insan ciptaan-Nya. Ada Tri Hita Karana yang menyiratkan keseimbangan hubungan yang harmonis dengan Nya, dengan sesama serta dengan lingkungan adalah dasar untuk mencapai kedamaian dan keharmonisan. Sebuah filsafat yang yang kalo diterapkan semua orang akan menjadi landasan kuat membangun perdamaian di muka bumi ini.

Namun apa daya, gaung ‘Bali Love Peace’ seolah tertelan gaung demokrasi yang menggelora, demokratisasi yang terkontaminasi oleh berbagai hal dalam dilema kepentingan politik dan kekuasaan.

‘BALI LOVE PEACE’ …..

Baru bisa nulis sekarang *kalo saya selalu menunggu biar ada koneksi untuk posting*, beberapa rekan mungkin ada yang langsung posting sekembali dari acara tersebut, saya sih tidak sempat, berhubung sekembali dari menghadiri launching BBC, ternyata si sulung demam dan jam 3 pagi baru bisa turun dan lelap tidur. Sekali lagi selamat buat komunitas blogger Bali yang kemaren meluncurkan secara resmi, BBC ( Bali Blogger Community ) di Popo Danes Art Veranda.

Secara umum acaranya keren, santai dan serious, pesertanya dari beragam profesi, dari jurnalis,pakar IT, pengusaha, ibu rumah tangga, mahasisswa, dokter, PNS hingga anggota Polri, keren deh BBC Bali ‘ pul color’. Saya sendiri juga baru di BBC , jadi senang banget ketemu rekan rekan, meski secara umum, semua agak ‘akward’ kopi darat pertama kali, apalagi saya hehehe.

Bagi saya acara launching BBC kemaren yang membuat saya bertemu kembali dengan teman se almamater saya di trisma dulu, si ‘chimenk’, Samsul yang dari dulu masih saja tetap saja ‘mungil’, ternyata, pendekar sakerah dari bali timur ini menekuni kartun lewat situs cartoonesia.com nya, selamat buat lo sul.

Sekali lagi salut buat panitia, dan selamat buat para blogger Bali, kapan kapan ngumpul lagi ya dan ada ‘be gerang dan plecingnya’ *lapar selalu*

‘Konden tawange wa’, (belum diketahui pasti,paman), jawab saya, ketika paman saya menanyakan perihal adanya berita ledakan keras di sebuah garasi perusahaan travel di Denpasar.

Ada yang tahu pasti ?

Sebenarnya tulisan ini hendak ditulis hari Mingguu lalu ketika pertama kali terdengar khabar berpulangnya mantan presiden RI ke dua; Pak Harto. Waktu itu baru saja habis nyuci ketika anak saya yang biasanya nyanggongi seri ‘Bolang dan ‘ Laptop si Unyil’ memberi khabar kalau pak Harto sudah meninggal, mungkin dia merasa terganggu “koq semua siaran TV ada siaran Pak Harto ?”. Namun hari itu saya benar benar terisolasi dari Internet, jadi urung mempostingnya, maklum lah.

Sang Jendral sudah berpulang, saya turut berduka cita. Sang Jendral yang pernah berhasil membawa negeri ini berswasembada pangan di tahun 80-an, sang jendral yang bercita cita membawa bangsa ini tinggal landas dalam pembangunan melalui berbagai tahapan ‘repelita’ dalam “Kabinet Pembangunan” nya itu.Sang Jendral yang namanya selalu tertanam di otak saya sejak SD sampai SMA sebagai Presiden Indonesia.

Sang Jendral yang tak lepas dari kontroversi kepemimpinannya selama 32 tahun tersebut akhirnya harus menghadap ‘Sang Asal dari Segalanya’, meninggalkan kasus hukum dan berbagai persoalan pelik yang mewarnai perjalanan Sang Jendral menjadi seorang pemimpin negara besar. Sang Jendral memang penuh kharisma, doa dan kritik mewarnai perjalanan akhirnya ke liang lahat. Berita sampai hari ini pun masih didominasi oleh berpulangnya Sang Jendral, dari kilas balik hingga otobiografi, dari jasa -jasa hingga dosa-dosa, dari nasehat dan imbauan hingga harapan-harapan.

Istirahatlah wahai Sang Jendral,

Om Swastiastu

Pajeng Kuning

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
23 Januari 2008 – 2 Februari 2008

Om Shanti Shanti Shanti Om

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.